Jumlah TPU Terbatas, Pemprov DKI Siapkan Lahan Baru untuk Pemakaman

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 17x dilihat
Jumlah TPU Terbatas, Pemprov DKI Siapkan Lahan Baru untuk Pemakaman
Jumlah TPU Terbatas, Pemprov DKI Siapkan Lahan Baru untuk Pemakaman

Solusi Keterbatasan Tempat Pemakaman di Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang menghadapi tantangan terkait keterbatasan tempat pemakaman umum (TPU) yang semakin menipis. Dengan jumlah penduduk yang tinggi, masalah ini menjadi isu penting yang perlu segera diatasi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyiapkan lahan baru untuk pemakaman.

Menurut Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pihaknya telah meminta agar TPU-TPU baru dapat dibuka. Saat ini, Dinas Pertamanan sedang melakukan persiapan untuk menambahkan lokasi pemakaman baru. Ia berharap dalam waktu dekat, masyarakat akan mendapatkan akses ke TPU yang lebih luas.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Saya meminta untuk dibuka TPU-TPU baru yang memungkinkan. Sekarang ini, sedang dilakukan oleh Dinas Pertamanan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan ada (makam baru),” ujar Pramono pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Selain itu, saat ini Jakarta masih memiliki 11 lahan pemakaman tambahan yang tersedia. Namun, ia menyatakan bahwa masalah ini merupakan tantangan nyata bagi kota besar seperti Jakarta yang memiliki populasi padat.

“Saya menyampaikan apa adanya, sehingga dengan demikian, kami akan mencari solusi agar membuka TPU-TPU baru,” kata Pramono.

Sistem Tumpang sebagai Solusi Sementara

Sebagai langkah sementara, pihak pemerintah akan menggunakan sistem tumpang atau bertumpuk dalam pemakaman. Hal ini dilakukan karena lahan pemakaman yang tersedia terbatas. Saat ini, Jakarta memiliki sekitar 80 lokasi TPU, namun sebanyak 60 lebih sudah penuh.

“TPU di Jakarta itu kurang lebih ada 80 lokasi, memang sekarang ini 60 lebih lokasi yang sudah penuh,” ungkap Pramono.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Joga, menjelaskan bahwa sistem tumpang sudah umum dilakukan oleh masyarakat. Menurutnya, setiap lahan makam yang sudah berusia lebih dari tiga tahun dianggap jenazah sudah hancur dan dapat digunakan kembali.

“Yang kalau di Dinas Pertamanan itu setiap lahan makam yang sudah berusia lebih dari tiga tahun dianggap jenazah sudah hancur. Itu dapat digunakan untuk tumpang, tetapi syarat utamanya harus keluarga inti,” jelas Nirwono.

Contoh penerapan sistem tumpang dapat dilihat di TPU Karet Biyak dan TPU Tanah Kusir. Dalam satu makam bisa terdapat tiga hingga empat jenazah.

“Pembiayaannya pun hanya dikenakan 25 persen. Biaya pemakaman resmi sekitar Rp300 ribuan, tapi kalau makam tumpang itu hanya 25 persen,” ungkapnya.

Teknologi Baru untuk Mengatasi Masalah Lahan Makam

Nirwono juga memberikan contoh teknologi di New York, di mana jenazah dapat hancur hanya dalam enam bulan dengan menggunakan sistem khusus. Ia berharap teknologi serupa dapat diterapkan di Jakarta.

“Ini sebenarnya teknologi baru yang menurut saya perlu ada terobosan, bagaimana jenazah ini cepat hancur sehingga tanah-tanah itu bisa digunakan setiap saat, karena angka kematian di Jakarta terbaru per hari itu antara 110 sampai 150 jenazah,” pungkasnya.

Dengan adanya inovasi dan penambahan lahan pemakaman, diharapkan Jakarta dapat mengatasi masalah keterbatasan TPU secara efektif dan berkelanjutan.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan