Junction Palembang Hubungkan Empat Provinsi Sumatera

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 16x dilihat
Junction Palembang Hubungkan Empat Provinsi Sumatera


PALEMBANG, aiotrade
- “Palembang Junction” Tol Palindra Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan akan menghubungkan empat provinsi di Pulau Sumatera. Keempat provinsi itu meliputi Provinsi Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, dan Jambi.

Saat ini, Palembang Junction baru digunakan untuk rute Palembang-Lampung. Sementara, untuk Provinsi Bengkulu dan Jambi belum beroperasi, karena proses pembangunan jalan tol masih berlangsung, dan beberapa bagian lainnya masih dalam proses perencanaan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

FPV Divisi Pembangunan Jalan Tol PT Hutama Karya (HK) Pulung Satio Angono menuturkan, jika Palembang Junction sudah beroperasi penuh dan menghubungkan keempat provinsi Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu dan Jambi tentu akan sangat menghemat waktu perjalanan.

"Juga mengurangi biaya perjalanan, dan akan mendukung program astacita Presiden Prabowo Subianto dalam menyejahterakan masyarakat," kata Pulung saat meninjau kesiapan arus mudik Natal dan Tahun Baru 2025 di Ogan Ilir, Jumat (7/11/2025).

Hutama Karya saat ini telah mengoperasikan 4 ruas jalan tol utama di wilayah Sumatera Bagian Selatan masing-masing Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (189 km), Tol Palembang–Indralaya (22 km), Tol Indralaya–Prabumulih (64,5 km) dan Tol Bengkulu – Taba Penanjung (17,6km) yang menjadi bagian dari koridor utama JTTS.

“Total panjang tol yang telah beroperasi di wilayah ini mencapai lebih dari 293 kilometer, yang secara signifikan memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” sambung Pulung.

Kehadiran jaringan tol tersebut berhasil memangkas waktu tempuh antardaerah secara signifikan. Misalnya, perjalanan dari Palembang menuju Prabumulih kini hanya sekitar 45 menit dari sebelumnya lebih dari 2 jam, Bengkulu menuju Taba Penanjung kini dapat ditempuh sekitar 20 menit dari sebelumnya lebih dari 1 jam. Sementara akses logistik dari Lampung ke Palembang dapat ditempuh sekitar 4,5 jam dari sebelumnya 8–9 jam.

Selain peningkatan konektivitas, sambung Pulung, Hutama Karya juga terus memperkuat pelayanan kepada pengguna jalan melalui penyediaan berbagai fasilitas pendukung dan rest area yang representatif.

Di antaranya Rest Area KM 56 Jalur A dan B di Tol Indralaya–Prabumulih yang dilengkapi SPBU, musala, toilet bersih, serta area UMKM lokal, dan Rest Area KM 234 Jalur A dan B di Tol Terpeka yang menyediakan fasilitas pengisian kendaraan listrik (EV Charging Station).

“Selain itu, Hutama Karya juga menghadirkan layanan operasional 24 jam seperti ambulans, patroli jalan raya, derek, dan call center layanan darurat, guna memastikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan pengguna jalan tol, khususnya dalam menghadapi periode libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru,” tambahnya.

Perkuat Konektivitas
Sementara Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya Mardiansyah mengatakan pembangunan Tol Kapal-Betung (Paltung) terus dipercepat untuk memperkuat jaringan konektivitas di Sumatera Selatan.

Hingga akhir Oktober 2025, progres konstruksi jalan tol ini telah mencapai 73,84 persen. Untuk proses pembebasan lahan telah mencapai 84,94 persen.

Jalan tol sepanjang 69,19 kilometer ini akan menghubungkan Kota Palembang hingga Betung, sekaligus menjadi koridor penting yang menghubungkan Sumatra Selatan dengan Provinsi Jambi.

“Pembangunan Jalan Tol Paltung terus kami percepat dengan memastikan seluruh sumber daya, material, serta metode kerja yang digunakan memenuhi standar mutu tertinggi," imbuh Mardiansya.

Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya berkoordinasi dan bekerja sama dengan pemerintah setempat serta para pemangku kepentingan lainnya.

"Kami menargetkan proyek ini dapat segera rampung agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Mardiansyah.

Tol Paltung sendiri terbagi dalam beberapa seksi, yakni Seksi 1 (Palembang–Rengas) sepanjang 21,50 km, Seksi 2 (Rengas–Pangkalan Balai) sepanjang 33 km, Seksi 3 (Pangkalan Balai–Betung) sepanjang 14,69 km, Junction Tahap 2 (Ramp 4,6,8) sepanjang 4,07 km, Interchange Gandus sepanjang 2,02 km, serta Interchange Pulo Rimo sepanjang 3,83 km.

Salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian utama adalah pembangunan Jembatan Musi 5 yang berada pada Seksi 1, menggunakan teknik Box Girder Balance Cantilever.

Hingga akhir Oktober, pengerjaan di segmen 16 jembatan tersebut telah memasuki tahap penyambungan struktur utama.

Setelah rampung, Jalan Tol Paltung akan memangkas waktu tempuh dari Palembang ke Betung dari semula sekitar 3 jam menjadi hanya 1 jam.

Keberadaan tol ini juga diharapkan dapat mengurai kemacetan di jalur nasional lintas timur dan memperlancar arus logistik, terutama menjelang periode Nataru maupun Idul Fitri.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan