Jurus Komika Yudha Keling Atur Keuangan: Catat Pengeluaran, Rasakan Nyeri Membayar

admin.aiotrade 15 Nov 2025 3 menit 16x dilihat
Jurus Komika Yudha Keling Atur Keuangan: Catat Pengeluaran, Rasakan Nyeri Membayar

Strategi Mengelola Keuangan untuk Generasi Z

Stand Up Comedy atau Komika yang akrab disapa Yudha Keling membagikan strategi mengelola keuangan untuk para generasi Z di tengah gempuran era digital. Ia menekankan pentingnya mencatat setiap pengeluaran untuk menciptakan rasa "pain of paying" atau sakit saat membayar yang hilang dengan semakin mudahnya alat pembayaran digital.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Kenapa 'pain of paying' itu penting? Itu adalah rasa tidak enak yang lo keluarkan saat lo membayar sesuatu. Dan itu wajib lo lakukan. Kenapa? Biar waktu kita keluar uangnya, kita tahu, kita ada rasa tidak enaknya,” kata Yudha dalam Jurus Investasi Tanpa Fomo Ala Gen Z yang diselenggarakan aiotradedi Blok M, Jakarta pada Jumat (14/10).

Perbedaan Uang Tunai dan Dompet Digital

Yudha menjelaskan, uang di dompet digital cenderung lebih cepat habis karena terasa lebih “ringan” untuk dibelanjakan jika dibandingkan uang tunai. Ia mencontohkan, terkadang ada rasa sayang untuk membelanjakan uang tunai Rp 100 ribu karena menjadi terpecah ke pecahan kecil.

Sebaliknya ketika uang itu sudah ada di dompet digital, masyarakat terasa lebih ringan secara psikologis untuk membelanjakannya. Yudha menyebut penyebabnya adalah rasa "pain of paying" atau rasa tidak enak saat mengeluarkan uang sudah hilang.

“Sekarang, barangnya udah kita dapat, rasa enggak enaknya itu enggak ada. Itu yang bikin kita sekarang jadi sering boros,” kata Yudha.

Catat Setiap Pengeluaran

Yudha menjelaskan, cara pertama untuk bisa mengatur uang adalah mencatat setiap pengeluaran. Menurutnya, orang biasanya bukan boros karena sengaja, tetapi lupa sudah menghabiskan uang untuk apa saja.

Ia juga menyebut metode itu sudah ia terapkan sendiri. Yudha juga menunjukkan catatan pengeluarannya di 2020, ketika ia benar-benar mencatat setiap rupiah yang ia keluarkan setiap hari.

“Nah, dan pencatatan yang gue lakuin tadi, 'the pain of paying'-nya itu tergantikan. Karena pasti ada yang sadar berapa yang udah kita keluarkan. Itu adalah satu step pertama kalau lo mau belajar finansial,” ucap Yudha.

Manfaat Mencatat Pengeluaran

Ia juga yakin walaupun hanya dengan mencatat pengeluaran, bahkan tanpa membuat anggaran rinci, sudah bisa menjadi lebih sadar seberapa besar uang yang dipunya dan berapa banyak yang sudah dikeluarkan. Ketika sudah mengetahui detail pengeluarannya, kata Yudha, secara otomatis mengurangi pengeluaran.

“Gue saranin banget catat pengeluaran lo setiap harinya, dari hal terkecil. Mau bayar parkir, catat,” saran Yudha.

Pentingnya Pencatatan Pengeluaran

Yudha menjelaskan bahwa mencatat semua pengeluaran penting agar benar-benar tahu berapa biaya yang dibutuhkan untuk gaya hidup saat ini. Ia sendiri saat itu melakukan pencatatan selama tiga bulan. Setelah periode itu, bisa menghitung rata-rata pengeluaran bulanannya. Angka rata-rata ini yang kemudian menjadi dasar untuk menyusun anggaran di bulan keempat dan seterusnya.

“Karena kalau lo enggak ngelakuin pencatatan dulu tapi langsung budgeting, buat gue itu jadinya nggak adil buat diri lo sendiri,” ucap Yudha.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan