
Pelantikan Pengurus Wilayah DMI Kalteng Masa Bakti 2025–2030
Pada hari Rabu (12/11), di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Palangka Raya, dilaksanakan pelantikan Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Masa Bakti 2025–2030. Acara ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat DMI, Jusuf Kalla. Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DMI Kalteng, resmi dilantik dalam acara tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pelantikan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan semangat religius. Acara dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, pejabat pemerintah daerah, serta para pengurus DMI dari berbagai kabupaten/kota se-Kalteng. Keberadaan mereka menunjukkan komitmen bersama untuk membangun peran masjid sebagai pusat aktivitas umat yang inklusif dan produktif.
Peran Masjid yang Lebih Luas
Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menekankan pentingnya menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan yang tidak hanya berfokus pada ibadah, tetapi juga memiliki peran sosial dan ekonomi yang signifikan. Ia mengingatkan bahwa meskipun banyak masjid berdiri di seluruh Indonesia, makna kehadirannya harus lebih dalam.
“Masjid adalah simbol kebersamaan dan persatuan di tengah keragaman bangsa,” ujarnya. Menurut Jusuf Kalla, di dalam masjid tidak ada perbedaan suku, golongan, atau sektor. Semua datang dengan niat yang sama, yaitu untuk beribadah dan berbuat baik.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan masjid harus disertai dengan semangat gotong royong dan keikhlasan. “Jangan jadikan masjid hanya sebagai simbol, tapi harus membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Selain itu, Jusuf Kalla menyoroti pentingnya peran masjid dalam membangun peradaban umat yang damai, sehat, dan saling mendoakan. “Masjid harus menjadi tempat yang menumbuhkan kedamaian. Kita mendoakan agar semua orang selamat, damai, dan sejahtera,” tambahnya.
Tanggung Jawab yang Besar
Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, menyampaikan rasa syukur atas pelantikan tersebut. Ia menyebut amanah yang diberikan bukan sekadar kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar untuk kemaslahatan ummat. “Amanah ini memikul tanggung jawab besar bagi kemaslahatan umat, masyarakat Kalimantan Tengah khususnya, dan bangsa Indonesia pada umumnya,” ujarnya.
Agustiar mengajak seluruh pengurus DMI untuk bekerja secara kolektif dan solid. “Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Mari kita bersinergi, bekerja keras bersama-sama, untuk memajukan dan memakmurkan masjid di Bumi Tambun Bungai,” kata dia.
Menurutnya, masjid harus menjadi pusat pendidikan, dakwah, sosial, dan ekonomi umat. “Dari sinilah kita mencetak generasi berilmu, berdaya saing, dan berakhlak mulia,” tegasnya.
Visi yang Selaras dengan Semangat DMI
Agustiar menegaskan bahwa visi dan misinya sebagai Gubernur sejalan dengan semangat DMI. “Visi kami adalah mengangkat harkat dan martabat masyarakat Dayak khususnya, dan Kalimantan Tengah umumnya, dengan mangkatang utus dan spirit kearifan lokal dalam bingkai NKRI,” ujarnya.
Ia berharap momentum pelantikan ini menjadi titik awal dari gerakan besar untuk memakmurkan masjid dan memperkuat peran keumatan. “Mari kita jadikan pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi awal dari kerja besar yang penuh keikhlasan dan pengabdian,” tutupnya.