
Tingkat Pengangguran di Amerika Serikat Kembali Meningkat
Tingkat pengangguran di Amerika Serikat kembali mengalami peningkatan dan kini mencapai level tertinggi dalam lebih dari empat tahun terakhir. Data terbaru menunjukkan bahwa tingkat pengangguran AS naik menjadi 4,6 persen pada November, yang memicu kekhawatiran baru tentang melemahnya pasar tenaga kerja di negara dengan ekonomi terbesar di dunia.
Pada bulan November, perekonomian AS hanya menambah sebanyak 64.000 lapangan kerja baru, sementara pada Oktober justru terjadi kehilangan 105.000 pekerjaan. Kondisi ini menandai perlambatan serius di pasar kerja dan menjadi alasan kuat bagi Federal Reserve (The Fed) untuk kembali mempertimbangkan pemangkasan suku bunga pada tahun depan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Meski penambahan lapangan kerja November sedikit melampaui perkiraan para ekonom, dampak kehilangan pekerjaan pada bulan sebelumnya jauh lebih besar. Pelemahan pasar kerja terutama disebabkan oleh pemangkasan besar-besaran di sektor pemerintah federal, yang kehilangan sekitar 162.000 tenaga kerja hanya dalam satu bulan.
Data Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) mencatat tingkat pengangguran November menjadi yang tertinggi sejak September 2021, naik dari 4,4 persen pada September 2025. BLS juga tidak merilis data resmi pengangguran Oktober akibat penutupan sementara pemerintahan (government shutdown) yang sempat menghambat sejumlah rilis data ekonomi.
Para analis menilai bahwa naiknya angka pengangguran ini memperjelas perubahan fokus The Fed dari inflasi ke kondisi pasar tenaga kerja. “Jika semua faktor disaring, tingkat pengangguran adalah angka paling penting dalam laporan ini,” ujar Robert Tipp, Kepala Obligasi Global di PGIM Fixed Income.
Kondisi pasar kerja yang melemah ini menambah gambaran ekonomi AS yang campur aduk. Di satu sisi, inflasi masih berada di level tinggi, namun di sisi lain pertumbuhan ekonomi diperkirakan tetap solid pada kuartal ketiga tahun ini.
Meski demikian, ada sedikit kabar positif. Lapangan kerja sektor swasta masih menunjukkan ketahanan dengan penambahan sekitar 121.000 pekerjaan dalam dua bulan terakhir, menandakan dunia usaha masih melakukan perekrutan meski laju ekonomi melambat.
Para ekonom memperkirakan bahwa selama tingkat pengangguran tidak terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan, The Fed tidak akan terburu-buru mengambil langkah agresif. Namun, tekanan politik dan pasar terhadap bank sentral AS dipastikan akan terus menguat seiring memburuknya kondisi pasar kerja.
Penyebab Peningkatan Tingkat Pengangguran
Beberapa faktor utama menyebabkan peningkatan tingkat pengangguran di AS, antara lain:
- Pemangkasan di sektor pemerintah federal: Sebanyak 162.000 tenaga kerja hilang dalam satu bulan akibat pemangkasan besar-besaran.
- Kehilangan pekerjaan pada Oktober: Bulan sebelumnya terjadi kehilangan 105.000 pekerjaan, yang berdampak signifikan terhadap angka pengangguran.
- Penutupan pemerintahan: Penutupan sementara pemerintahan menghambat rilis data ekonomi, termasuk data pengangguran Oktober.
Peran The Fed dalam Situasi Ini
Federal Reserve (The Fed) kini harus lebih fokus pada kondisi pasar tenaga kerja setelah sebelumnya lebih banyak memperhatikan inflasi. Dengan tingkat pengangguran yang meningkat, The Fed kemungkinan akan mempertimbangkan kembali kebijakan suku bunga mereka.
Para analis memprediksi bahwa jika tingkat pengangguran tidak terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan, The Fed tidak akan segera mengambil langkah agresif. Namun, tekanan dari pasar dan politik akan terus meningkat.
Kondisi Pasar Kerja Sektor Swasta
Meskipun pasar tenaga kerja secara keseluruhan mengalami perlambatan, sektor swasta masih menunjukkan ketahanan. Dalam dua bulan terakhir, sektor swasta berhasil menambah sekitar 121.000 pekerjaan, menunjukkan bahwa dunia usaha masih melakukan perekrutan meski laju ekonomi melambat.
Kondisi Ekonomi AS yang Campur Aduk
Ekonomi AS saat ini berada dalam situasi yang campur aduk. Di satu sisi, inflasi masih tinggi, namun di sisi lain, pertumbuhan ekonomi diperkirakan tetap solid pada kuartal ketiga tahun ini. Hal ini menunjukkan bahwa perekonomian AS masih memiliki kekuatan yang cukup, meskipun menghadapi tantangan di sektor tenaga kerja.