Kabar IPO Superbank Menghebohkan, Ini Tanggapan OJK dan BEI

admin.aiotrade 17 Nov 2025 3 menit 10x dilihat
Kabar IPO Superbank Menghebohkan, Ini Tanggapan OJK dan BEI

Perusahaan Digital Superbank Siap Melantai di Bursa Efek Indonesia

Beberapa waktu terakhir, isu mengenai rencana pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) dari PT Superbank Indonesia, sebuah bank digital, semakin ramai diperbincangkan. Informasi tersebut menyebutkan bahwa perusahaan ini akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Desember tahun ini. Namun, pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI belum memberikan konfirmasi resmi mengenai hal ini.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, mengatakan bahwa dirinya belum menerima informasi resmi terkait IPO Superbank. Ia menegaskan bahwa ia tidak sedang memantau perkembangan tersebut secara langsung. “Aduh, enggak ngikutin. Jujur aja belum dapat update-nya,” ujarnya saat diwawancara dalam acara Media Gathering BEI di Bali, Sabtu (15/11).

Selain itu, mantan komisaris BEI ini juga menyatakan bahwa ia tidak mengetahui informasi persiapan IPO Superbank yang sedang viral di kalangan investor pasar. “Belum tahu. Justru saya tahunya dari kamu [wartawan],” tambahnya.

Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia, I Nyoman Gede Yetna, menjelaskan bahwa sebagai regulator, BEI belum bisa memberikan informasi apapun tentang rencana IPO calon emiten jika informasi tersebut belum layak untuk disampaikan ke publik. “Saya enggak tahu. Jadi kami sebagai regulator tentu belum [dapat] menyampaikan informasi dulu sebelum informasi itu layak untuk disampaikan,” ujar dia.

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh aiotrade.co.id, Superbank, yang berada di bawah grup PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), dikabarkan sedang bersiap melantai di BEI melalui IPO. Penawaran saham perdana bank digital ini akan digelar pada pertengahan November hingga akhir tahun. Perusahaan telah menunjuk empat perusahaan sekuritas sebagai penjamin emisi.

Empat sekuritas tersebut adalah PT Mandiri Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Sucor Sekuritas. Keterlibatan CLSA di balik rencana IPO sebelumnya juga sudah diungkap oleh Stockbit Sekuritas dan akan bertindak sebagai joint global coordinator.

Perusahaan disebut akan melepas sekitar 15% saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Adapun harga saham yang ditawarkan tidak lebih dari Rp 1.050. Tak hanya itu, berdasarkan prospektus yang beredar, target dana yang ingin dikumpulkan sebesar Rp 5,36 triliun.

CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, yang dihubungi aiotrade.co.id untuk mengkonfirmasi kabar perusahaannya menjadi salah satu penjamin emisi, masih irit bicara. “Saya tidak bisa mengomentari, tunggu di website e-IPO aja untuk emiten yang akan listing nanti ya,” ujar Bernadus saat dihubungi.

Menanggapi kabar ini, Juru Bicara Superbank mengatakan bahwa perusahaan tidak dalam posisi memberikan komentar atas rumor atau spekulasi pasar. Manajemen mengatakan fokus perusahaan adalah menjaga kinerja yang kuat melalui solusi keuangan inovatif, pertumbuhan jumlah nasabah, serta kolaborasi dengan ekosistem terpercaya untuk mendorong pertumbuhan inklusif di Indonesia.

Ihwal rencana IPO Superbank ini selaras dengan kabar terbaru yang diungkap oleh Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna. Dalam keterangan terbaru, ia menyebut terdapat tiga perusahaan lighthouse yang bersiap listing di BEI akhir tahun. Ketiga emiten tersebut berasal dari sektor finansial, tambang, dan infrastruktur.

Lighthouse company merupakan perusahaan mercusuar yang ditargetkan bursa untuk IPO setiap tahunnya. Perusahaan tersebut memiliki dua karakteristik, yaitu minimum kapitalisasi pasar sebesar Rp 3 triliun dan realisasi free float minimal 15%.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan