
Kabupaten Tegal Kembali Terpilih dalam Program Pencegahan Stunting 2.0
Kabupaten Tegal kembali terpilih sebagai salah satu daerah penerima pendampingan Program Pencegahan Penurunan Stunting 2.0 dari Tanoto Foundation mulai tahun 2025. Pendampingan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan lembaga filantropi tersebut dalam mendukung pemerintah menurunkan angka stunting secara nasional.
Tanoto Foundation merupakan lembaga filantropi yang didirikan oleh pengusaha nasional Sukanto Tanoto. Melalui pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR), lembaga ini fokus pada pengembangan pendidikan, kesehatan, pencegahan stunting, pengembangan anak usia dini, serta pelestarian seni dan budaya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Program pendampingan ini resmi dimulai melalui kegiatan Kick Off Pendampingan Stunting 2.0 yang digelar secara daring pada Jumat 7 November 2025. Acara tersebut diikuti oleh sembilan kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Brebes, Tegal, Banyumas (Jawa Tengah), Batanghari (Jambi), Pasaman Barat (Sumatera Barat), Pakpak Bharat (Sumatera Utara), Kutai Kartanegara (Kalimantan Timur), Lombok Barat, dan Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat).
Acara dibuka oleh Margaretha Ari Widowati, Head of Early Childhood Education and Development Tanoto Foundation. Sejumlah narasumber dari kementerian turut hadir, di antaranya TB Chaerul Dwi Sapta (Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah III, Kemendagri), Mahyuzar (Direktur Bina Institusi Masyarakat Perdesaan/Perkotaan, BKKBN) hingga Rian Anggraini (Tim Kerja Percepatan Penurunan Stunting, Kementerian Kesehatan RI).
Dari Kabupaten Tegal, kegiatan ini diikuti unsur Bappeda, Dinas Kesehatan, DPPKB, Dinas Komunikasi dan Informatika, Inspektorat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, para camat, kepala desa, Ketua TP3S di desa lokus intervensi, serta dua mitra pelaksana yaitu Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) dan Yayasan Cipta.
Strategi Kunci dalam Pencegahan Stunting
Para narasumber menekankan sejumlah strategi kunci, seperti:
- Edukasi gizi kepada ibu hamil dan orang tua balita
- Peningkatan peran kader posyandu dan Tim Pendamping Keluarga (TPK)
- Penguatan koordinasi lintas sektor dalam menjalankan aksi konvergensi pencegahan stunting di tingkat desa
Michael Susanto, Head of Early Childhood Education and Development Tanoto Foundation, menyampaikan bahwa pendampingan pencegahan stunting telah dilakukan Tanoto Foundation sejak tahun 2018 di berbagai wilayah. Pada tahun 2025, pendampingan Stunting 2.0 akan dilakukan di 27 desa lokus intervensi di sembilan kabupaten/kota melalui dukungan satu District Officer (DO) di setiap daerah.
Michael menegaskan pentingnya kolaborasi aktif DO bersama Pemerintah Daerah, OPD, Camat, dan Kepala Desa agar program pendampingan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami mendorong para District Officer untuk aktif berdiskusi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Harapannya, program ini mampu mendorong perubahan perilaku, mewujudkan satu data untuk dasar kebijakan, serta mempercepat penurunan angka stunting di desa lokus intervensi,” ujarnya menutup kegiatan.