
Kinerja Menteri dari Kader Muhammadiyah Dinilai Unggul
Muhammadiyah, salah satu organisasi masyarakat (ormas) tertua di Indonesia, telah melahirkan beberapa kader terbaiknya yang menjabat dalam Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dua di antaranya, yaitu Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti serta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dinilai memiliki kinerja yang baik.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Hasil penilaian tersebut diperoleh dari survei yang dilakukan oleh lembaga IndoStrategi. Survei ini menyatakan bahwa kedua menteri tersebut masuk dalam 10 besar menteri dengan kinerja terbaik.
Wakil Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dadang Kahmad, mengungkapkan bahwa penilaian dari lembaga survei itu menunjukkan bahwa dua kader Muhammadiyah menunjukkan kinerja unggul dan berintegritas tinggi dalam menjalankan amanah pemerintahan.
"Memang dalam tradisi Muhammadiyah, ada dua prinsip kinerja, yaitu ikhlas dan ihsan. Ihsan inilah yang mendorong kader Muhammadiyah untuk berprestasi dalam bidang apapun juga," ujar Dadang Kahmad kepada wartawan pada Selasa (21/10).
Menurut Dadang, keberhasilan Abdul Mu’ti dan Raja Juli Antoni tidak terlepas dari pondasi ideologis Muhammadiyah yang menanamkan nilai keikhlasan dan etos kerja tinggi. Kedua menteri itu bukan hanya memiliki motivasi kuat dari nilai-nilai organisasi, tetapi juga dibekali dengan kapasitas dan pemahaman yang mendalam di bidang masing-masing.
"Khusus menanggapi terpilihnya dua kader Muhammadiyah menjadi menteri yang berkinerja terbaik, disamping driving force-nya dari ideologi Muhammadiyah, juga secara pribadi keduanya sangat mengetahui dan memahami bidang-bidang tersebut. Kapasitas dan latar belakang pengetahuan mereka sangat mumpuni," tambahnya.
Dia menegaskan capaian ini menjadi bukti bahwa kader Muhammadiyah mampu berkontribusi nyata dalam pemerintahan dan pembangunan bangsa. "Pokoknya kami bangga atas prestasi tersebut, semoga prestasi tersebut terus dipertahankan," ujarnya.
Pengakuan atas kinerja Abdul Mu’ti dan Raja Juli Antoni tidak hanya memperkuat citra positif kader Muhammadiyah di pemerintahan, tetapi juga menegaskan peran penting organisasi tersebut dalam melahirkan tokoh-tokoh berkompeten yang mengedepankan nilai ihsan, integritas, dan pengabdian untuk kemajuan bangsa.
Hasil Survei IndoStrategi
Dalam survei IndoStrategi, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mendapat peringkat pertama dengan raihan skor 3,35. Direktur Riset IndoStrategi, Ali Noer Zaman, saat memaparkan rilis survei di Jakarta Selatan, Jumat (17/10), menyatakan bahwa:
"Berdasarkan hasil penelitian kami, Abdul Mu’ti menempati posisi pertama dengan skor 3,35."
Ali menjelaskan bahwa capaian skor tertinggi kinerja menteri kabinet didasari atas capaian program prioritas di masing-masing kementerian. "Berdasarkan grafik di atas, semua kementerian mendapatkan skor kinerja sedang. Namun demikian, terdapat variasi skor. Yang tertinggi adalah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan skor 3,35," katanya.
Selain Abdul Mu’ti, sejumlah menteri lain juga masuk dalam daftar 10 besar dengan kinerja terbaik sebagai berikut:
- Mendikdasmen Abdul Mu’ti – skor 3,35
- Menlu Sugiono – skor 3,32
- Menag Nasaruddin Umar – skor 3,26
- Mendiktisaintek Brian Yuliarto – skor 3,22
- Mentan Amran Sulaiman – skor 3,21
- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa – skor 3,15
- Mendagri Tito Karnavian – skor 3,14
- Menhan Sjafrie Sjamsoeddin – skor 3,13
- Menhut Raja Juli Antoni – skor 3,08
- Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani – skor 3,08
Kesimpulan
Kinerja dua kader Muhammadiyah dalam pemerintahan memberikan contoh nyata tentang bagaimana nilai-nilai organisasi dapat membentuk kualitas kepemimpinan yang tangguh dan berintegritas. Dengan komitmen terhadap keikhlasan dan ihsan, keduanya menunjukkan bahwa Muhammadiyah tidak hanya menjadi wadah bagi aktivis sosial, tetapi juga pelahir utama tokoh-tokoh yang berkontribusi dalam pembangunan bangsa.