Kades Sadasari Angkat Bicara Soal Kematian Anak di Toilet Masjid: Awalnya Diduga Jatuh ke Bak

admin.aiotrade 19 Okt 2025 3 menit 12x dilihat
Kades Sadasari Angkat Bicara Soal Kematian Anak di Toilet Masjid: Awalnya Diduga Jatuh ke Bak

Kepala Desa Sadasari Mengungkap Alasan Penundaan Pelaporan Kematian Bocah di Toilet Masjid

Kepala Desa Sadasari, Kecamatan Argapura, Abdul Miskad, mengungkap alasan mengapa kejadian kematian bocah laki-laki berinisial MR (11) di toilet masjid baru dilaporkan ke polisi beberapa jam setelah ditemukan. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (18/10/2025) dan sempat mengejutkan warga sekitar.

Menurut Abdul Miskad, awalnya warga tidak curiga dan mengira korban hanya terpeleset ke dalam bak mandi di area toilet masjid. “Awalnya dikira jatuh di bak, karena tidak ada reaksi apa-apa. Warga langsung membawa ke Puskesmas Maja pakai motor,” kata Abdul Miskad.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Namun saat jenazah dimandikan, muncul darah dari bagian kepala belakang korban. Dari situ warga mulai curiga bahwa kematiannya tidak wajar. “Pas mau dimandiin keluar darah dari kepala bagian belakang. Di situ baru curiga, terus ramai di masyarakat,” jelasnya.

Setelah mengetahui hal tersebut, Abdul Miskad langsung berkoordinasi dengan aparat desa dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Argapura. “Ya sudah, saya laporan ke polisi antara jam tujuh dan jam delapan malam,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun, lokasi toilet masjid memiliki area wudhu, serta kamar kecil dan kamar mandi. Korban ditemukan dalam posisi berada di bak mandi oleh tukang baso yang hendak menggunakan toilet. Kasus ini kini ditangani Satreskrim Polres Majalengka. Polisi telah mengamankan barang bukti serta melakukan visum luar di RSUD Majalengka untuk memastikan penyebab kematian korban.

Kapolres Majalengka, AKBP Willy Andrian, mengatakan, penemuan jasad bocah tersebut awalnya dilaporkan warga sekitar pukul 20.00 WIB. Setelah menerima laporan, petugas dari Satreskrim Polres Majalengka bersama Polsek Argapura langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Kami mengumpulkan alat bukti, termasuk pakaian korban dan setiap rekaman CCTV yang mungkin bisa membantu mengungkap peristiwa ini,” jelasnya.

Detik-Detik Penemuan Mayat Bocah Laki-Laki

Penemuan MR, bocah laki-laki berusia 11 tahun yang ditemukan meninggal di toilet masjid area Kantor Desa Sadasari, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Sabtu (18/10/2025) sore, sempat menggegerkan warga setempat. Kepala Desa Sadasari, Abdul Miskad, mengatakan, MR pertama kali ditemukan oleh seorang tukang bakso yang kebetulan hendak ke toilet.

“Ditemukan pertama sama tukang bakso yang mau kencing ke toilet, ternyata ada anak di bak mandi,” ujar Abdul Miskad saat ditemui di lokasi RSUD Majalengka, Minggu (19/10/2025) dini hari. Menurutnya, setelah melihat tubuh anak itu di dalam bak, tukang bakso langsung memberi tahu seorang ibu-ibu yang sedang berada di area tempat wudu masjid.

“Disampaikan ke ibu itu oleh tukang bakso. Kata si ibu, ini keluarga saya. Lalu disampaikan ke imam masjid untuk melapor ke keluarga korban,” jelasnya. Abdul Miskad menambahkan, lokasi masjid memang tidak jauh dari rumah korban. Saat itu warga menduga anak tersebut terpeleset ke dalam bak air.

“Awalnya dikira anak itu jatuh dan tenggelam di bak, tidak ada tanda-tanda mencurigakan. Karena itu sempat dibawa ke Puskesmas Maja menggunakan motor,” ujarnya.

Namun kecurigaan muncul setelah jenazah dimandikan. Dari kepala bagian belakang korban keluar darah. “Baru setelah dimandikan di Puskesmas, keluar darah dari belakang kepala. Di situ mulai curiga,” kata dia. Warga pun melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

“Setelah ramai, saya langsung laporan ke Polsek Argapura, antara jam tujuh sampai jam delapan malam,” tambahnya. Sebelumnya, Polres Majalengka tengah menyelidiki penyebab kematian seorang anak laki-laki berinisial MR (11). Ia merupakan anak SD kelas 5 yang ditemukan meninggal dunia dengan luka di kepala.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan