
Audiensi Kadin Jabar dengan Gubernur Jawa Barat
Ketua Umum Kadin Jawa Barat, Almer Faiq Rusydi, bersama President Director PT Summit Niaga, Kenji Ishikawa, serta jajaran dari Sumitomo Corporation dan Kadin Jawa Barat melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Gedung Sate, Bandung. Audiensi ini dilakukan dalam rangka menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap pelaksanaan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Legok Nangka.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Proyek PLTSa Legok Nangka merupakan langkah penting dalam mendukung transisi energi bersih dan pengelolaan sampah berkelanjutan di Jawa Barat. Dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi faktor kunci dalam kelancaran pelaksanaan proyek strategis ini. Almer Faiq Rusydi mengatakan bahwa Kadin Jawa Barat akan selalu menjadi jembatan sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah daerah. Proyek seperti PLTSa Legok Nangka adalah wujud nyata kolaborasi menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan.
Audiensi ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan baik antara Sumitomo Corporation dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sekaligus membuka peluang kerja sama baru di bidang energi, investasi, dan pengembangan industri berwawasan lingkungan. Kadin Jabar di bawah kepemimpinan Ketua Umum Almer Faiq Rusydi menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran dunia usaha dalam mendukung arah pembangunan ekonomi Jawa Barat yang sejalan dengan visi dan kebijakan Gubernur.
Fokus pada Penguatan Iklim Investasi
Dalam periode kepemimpinan ini, Kadin Jabar berfokus pada penguatan iklim investasi, pemberdayaan pelaku usaha daerah, serta peningkatan sinergi antara pemerintah, dunia industri, dan UMKM. Program kerja Kadin Jabar diarahkan agar mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui inovasi, digitalisasi, dan kolaborasi lintas sektor. Almer Faiq Rusydi menyampaikan bahwa langkah strategis Kadin Jabar akan selalu sejalan dengan target Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan peningkatan realisasi investasi daerah.
"Kadin Jawa Barat hadir bukan hanya sebagai mitra strategis pemerintah, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi yang berpihak pada kemajuan pelaku usaha lokal. Kita ingin memastikan bahwa setiap kebijakan dan program pembangunan yang dicanangkan Pemerintah Provinsi dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan,” papar Almer.
Musyawarah Provinsi Kadin Jabar
Seperti diketahui, Kadin Jabar telah sukses menyelenggarakan Musyawarah Provinsi (Muprov) ke-VIII pada Rabu, 24 September 2025 lalu, di Kota Bogor. Agenda lima tahunan ini menjadi tonggak penting bagi Kadin Jawa Barat dalam melakukan konsolidasi organisasi, memperkuat sinergi antar pelaku usaha, serta merumuskan arah strategis pembangunan ekonomi daerah ke depan. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan pemangku kepentingan, antara lain Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Ketahanan Pangan Kadin Indonesia H. Mulyadi Jayabaya, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Taufan E. N Rotorasiko beserta jajaran pengurus Kadin Indonesia, serta Anggota DPR RI Komisi 4 sekaligus Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia, Bapak Arief Rachman.
Kehadiran para tokoh tersebut menegaskan komitmen bersama antara dunia usaha dan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Barat. Selain menjadi forum pertanggungjawaban dan penyusunan program kerja organisasi, Muprov ke-VIII ini juga menjadi ajang pemilihan kepemimpinan baru Kadin Jawa Barat. Dalam proses yang demokratis, Almer Faiq Rusydi terpilih sebagai Ketua Umum Kadin Jawa Barat periode 2025–2030 secara aklamasi, menggantikan kepengurusan sebelumnya.
Harapan Gubernur untuk Kadin Jabar
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap Kadin Jawa Barat sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Ia menyampaikan point penting bagi arah kebijakan Kadin ke depan. "Kadin memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian daerah. Semoga Kadin Jabar terus hadir sebagai mitra pemerintah dan mampu mendorong iklim investasi yang kondusif,” kata KDM.
Target pencapaian investasi Jawa Barat yang dipimpin Dedi Mulyadi adalah menjadikan Jabar sebagai provinsi paling ramah investasi di Indonesia dan meningkatkan realisasi investasi hingga mencapai target Rp271 triliun. Hal ini dicapai melalui berbagai kebijakan strategis untuk mempercepat perizinan, membangun infrastruktur memadai, serta menciptakan iklim yang aman dan nyaman bagi investor. Selain itu Dedi Mulyadi menargetkan sirkulasi ekonomi Jawa Barat akan terdorong dengan menyelesaikan pembangunan dan perbaikan seluruh jalan di Jawa Barat pada tahun 2027.
Atas terpilihnya Ketua Umum yang baru, Almer Faiq Rusydi, Gubernur berharap Kadin Jawa Barat mampu tampil sebagai pintu masuk utama investasi di Jawa Barat. Menurutnya, dunia usaha harus menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi yang berkeadilan, serta mendorong terciptanya lapangan kerja dan inovasi di berbagai sektor.
Gubernur menegaskan bahwa Kadin memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian daerah, dengan menjadi jembatan antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat. Melalui kolaborasi lintas sektor, Jawa Barat diharapkan menjadi provinsi yang mandiri secara ekonomi dan tangguh menghadapi tantangan global.
Visi dan Strategi Kadin Jabar
Sementara itu, Ketua Umum terpilih Almer Faiq Rusydi dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa Kadin Jawa Barat di bawah kepemimpinannya akan fokus pada penguatan struktur organisasi, peningkatan kualitas dunia usaha daerah, serta optimalisasi potensi investasi dan perdagangan yang dimiliki oleh setiap kabupaten/kota di Jawa Barat.
“Kami ingin memastikan bahwa Kadin hadir bukan hanya sebagai wadah asosiasi pengusaha, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Almer.
Muprov ke-VIII ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis bagi penguatan ekosistem usaha di Jawa Barat, di antaranya peningkatan kolaborasi antara Kadin provinsi dan Kadin kabupaten/kota, penguatan sektor UMKM dan ekonomi kreatif, percepatan digitalisasi usaha, serta dorongan terhadap investasi berkelanjutan di sektor industri, pangan, dan energi. Dengan terselenggaranya Musyawarah Provinsi ke-VIII ini, Kadin Jawa Barat berkomitmen untuk terus menjadi mitra aktif pemerintah dalam membangun Jawa Barat yang lebih maju, berdaya saing tinggi, dan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional.