Kadin Papua Tengah Dorong Kolaborasi untuk Bangun Ekonomi Lokal

Kadin Papua Tengah Dorong Kolaborasi untuk Bangun Ekonomi Lokal

Kadin Papua Tengah Dorong Kolaborasi dengan Organisasi Pengusaha

Kadin Papua Tengah mengajak organisasi pengusaha seperti Hipmi dan Apindo untuk bersinergi dalam memperkuat ekonomi daerah melalui sektor non-tambang. Tujuannya adalah untuk menciptakan diversifikasi ekonomi yang lebih berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan.

Ketua Kadin Papua Tengah, Alexander Gobay, menekankan pentingnya perubahan pola pikir pengusaha lokal agar mereka dapat menjadi pemain utama di wilayah sendiri. Ia menilai bahwa sektor perikanan dan perkebunan memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di delapan kabupaten yang ada di provinsi tersebut.

"Perubahan pola pikir pengusaha lokal menjadi kunci utama agar ekonomi daerah tidak rentan terhadap fluktuasi harga komoditas tambang global," ujarnya. Menurut Alexander, pengusaha daerah harus mampu mengelola kekayaan alam secara mandiri dan profesional agar masyarakat asli Papua Tengah bisa menjadi tuan di negeri sendiri.

Fokus pada Sektor Non-Tambang

Masa depan ekonomi di Provinsi Papua Tengah kini tidak lagi hanya bertumpu pada kekayaan mineral dari perut bumi. KADIN Provinsi Papua Tengah mulai mengarahkan kompas investasi menuju sektor-sektor terbarukan yang lebih berkelanjutan. Melalui diskusi strategis di Nabire, Rabu (25/2/2026), para pemangku kepentingan sepakat bahwa ketergantungan pada sektor pertambangan harus segera dikurangi.

Alexander Gobay mengajak para pelaku usaha untuk berani melirik potensi lain yang selama ini terabaikan. Ia menegaskan bahwa pengusaha daerah harus mampu mengelola kekayaan alam secara mandiri dan profesional. Upaya ini bertujuan agar masyarakat asli Papua Tengah tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi tuan di negeri sendiri.

Sinergi Lintas Organisasi

Kadin merangkul berbagai wadah seperti Apindo, Hipmi, Gapenas, dan Gapensi untuk bergerak dalam satu visi yang sama. Dengan adanya integrasi antar-organisasi ini, diharapkan bisa memutus sekat-sekat birokrasi yang selama ini menghambat percepatan investasi di daerah.

Alexander juga menilai kemunculan pemimpin muda di berbagai organisasi pengusaha adalah aset berharga bagi provinsi baru ini. "Ketua-ketua organisasi ini rata-rata adalah anak muda, karena itu kita perlu berkolaborasi bersama dalam membangun Papua Tengah," ujarnya.

Peran Kadin sebagai Jembatan Komunikasi

Kekuatan kolektif ini akan diarahkan untuk mendukung program pembangunan yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Kolaborasi tersebut juga mencakup perumusan langkah nyata yang sejalan dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah.

Sinergi ini memastikan bahwa setiap kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah mendapatkan dukungan penuh dari para pelaku pasar. "Kadin memposisikan diri sebagai jembatan komunikasi antara regulasi pemerintah dan kebutuhan teknis para pengusaha di lapangan," tegas Alexander.

Keterlibatan Pelaku Usaha dalam Pembangunan

Pemerintah daerah tidak bisa memikul beban pembangunan infrastruktur dan ekonomi sendirian tanpa dukungan swasta. Sebab itu, Alexander menekankan bahwa sumbangsih pemikiran dari seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk merancang format ekonomi masa depan.

Setiap ide dari pelaku usaha akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan arah kebijakan investasi di Papua Tengah. Selanjutnya, diskusi ini menjadi wadah untuk mengumpulkan aspirasi mengenai tantangan nyata yang dihadapi pengusaha di pelosok Papua Tengah.

Alexander berharap masukan dari para peserta dapat menghasilkan format pembangunan yang tepat guna bagi generasi mendatang. "Saya harap para peserta dapat menyampaikan pemikiran terbaiknya agar kita memiliki format yang tepat demi masa depan anak cucu kita," tutupnya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan