Kadin Parimo Minta Aturan Keras Dongkrak Investasi dan Petani Durian

admin.aiotrade 09 Okt 2025 3 menit 12x dilihat
Kadin Parimo Minta Aturan Keras Dongkrak Investasi dan Petani Durian
Kadin Parimo Minta Aturan Keras Dongkrak Investasi dan Petani Durian

Kadin Parigi Moutong Mendorong Regulasi yang Menjamin Kepastian Investasi

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Parigi Moutong mengajukan permintaan kepada pemerintah daerah dan DPRD untuk segera menyiapkan regulasi yang mendukung kepastian investasi. Ketua Kadin Parigi Moutong, Faradiba Zaenong, menekankan bahwa kepastian hukum sangat penting agar investor tidak ragu menanamkan modal di wilayah tersebut.

Menurutnya, selama ini pelaku usaha masih menunggu kejelasan regulasi yang bisa memberikan perlindungan dan arah jelas bagi kegiatan ekonomi daerah. Dalam rapat bersama DPRD, Rabu (8/10/2025), ia menyampaikan bahwa diperlukan aturan yang tegas agar investasi bisa tumbuh dan masyarakat ikut menikmati hasilnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Faradiba menjelaskan bahwa potensi ekonomi Pari sangat besar, terutama dari sektor perkebunan durian yang terus berkembang dalam dua tahun terakhir. Data Kadin mencatat bahwa nilai transaksi perdagangan durian tahun 2024 mencapai ratusan miliar rupiah dan terus meningkat setiap musim panen.

“Jika semua pihak berkolaborasi, tahun depan potensi perputaran uang dari durian bisa mencapai Rp1 triliun,” ujarnya dengan optimis. Namun, ia menilai kondisi itu belum sepenuhnya memberi dampak maksimal karena belum ada regulasi khusus yang mengatur tata niaga dan kontribusi pelaku usaha.

Selama ini, hasil durian Parimo masih dikirim ke luar daerah untuk keperluan ekspor, sehingga nilai tambahnya belum sepenuhnya dirasakan masyarakat lokal. “Dengan regulasi yang kuat, daerah bisa menarik retribusi, sekaligus memastikan petani mendapat harga wajar,” kata Faradiba.

Ia menambahkan bahwa kehadiran investor seharusnya tidak hanya membawa modal, tetapi juga membantu mengembangkan infrastruktur dan kualitas sumber daya petani. Kadin bersama Asosiasi Perkebunan Durian (APDURIN) siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyusun aturan yang berpihak kepada pelaku usaha kecil.

“Kita ingin PAD dari durian digunakan kembali untuk memperbaiki jalan kebun, bibit, dan pupuk,” katanya. Selain itu, Kadin Parimo juga mendorong adanya sistem satu pintu untuk pembelian hasil panen petani agar persaingan harga tetap sehat dan transparan.

Menurut Faradiba, mekanisme itu bisa dikelola melalui koperasi, BUMDes, atau lembaga lokal yang dipercaya masyarakat. “Jika semua lewat jalur resmi, tidak ada lagi rebutan buah antar pelaku usaha,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa di Parigi terdapat belasan unit packing house yang beroperasi, namun masih bekerja tanpa aturan teknis yang seragam.

Kondisi tersebut membuat banyak petani bingung menentukan harga jual, sementara pembeli luar daerah lebih diuntungkan. Faradiba menekankan bahwa dengan regulasi yang jelas, investor akan lebih mudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

“Kita ingin Parimo menjadi daerah yang ramah investasi, tapi tetap mengutamakan kesejahteraan petani,” tuturnya. Selain durian, ia juga menyebut potensi besar di sektor kelautan, kelapa, dan kakao yang siap dikembangkan jika regulasinya mendukung.

Faradiba berharap DPRD dan pemerintah membuka ruang diskusi lebih luas agar kebijakan ekonomi daerah benar-benar berpihak pada masyarakat. “Kami tidak ingin Parimo hanya jadi pemasok. Kami ingin daerah ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Tengah,” pungkasnya.



Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan