
Kepala Dinas Kominfo Ogan Ilir Mengakui Perkelahian dengan Kabid, Tapi Menyangkal Tuduhan Penganiayaan
Seorang aparatur sipil negara (ASN) perempuan yang menjabat sebagai Kepala Bidang di Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, dikabarkan terlibat cekcok dengan Kepala Dinasnya, Ferdian Riza Yudha. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (16/12/2025) siang.
RM, yang sejak Maret lalu menjabat sebagai Kabid di dinas tersebut, kini disebut sedang dirawat di rumah sakit karena trauma akibat kejadian tersebut. Namun, Ferdian Riza Yudha membantah tuduhan bahwa ia melakukan penganiayaan terhadap RM.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Iya, kejadian kemarin. Ada yang memberitakan saya menganiaya saudari RM, padahal itu tidak benar sama sekali," kata Ferdian kepada aiotrade dan Sripoku.com, Rabu (17/12/2025).
Menurut Ferdian, emosinya muncul karena akumulasi kesalahan yang terus dilakukan oleh RM. Ia menjelaskan bahwa suasana memanas setelah memeriksa dokumen surat pertanggungjawaban laporan dari RM, ternyata tidak sesuai dengan bukti yang disampaikan.
Penyebab Konflik yang Membuat Ferdian Marah
Ferdian mengungkapkan bahwa RM sering kali lalai dalam melaksanakan tugasnya. Bahkan, ia menyebut bahwa RM kerap membawa-bawa nama Bupati Ogan Ilir dalam melaksanakan tugas, meskipun hal itu tidak sesuai dengan tupoksinya.
"Dan juga kendala utamanya di kantor ini, yang bersangkutan (RM) selalu mengoceh saat ditegur atasan. Dan hal itu seperti sudah menjadi perilaku yang bersangkutan karena sudah berlangsung lama," ujar Ferdian.
Ia juga mengakui bahwa tugas utama pimpinan adalah membina dan mengarahkan staf termasuk para Kabid. Namun, perilaku kontra produktif yang terus-menerus dilakukan oleh RM membuat Ferdian terpaksa meluapkan emosinya.
Permintaan Maaf atas Emosi yang Terjadi
Meski menegaskan bahwa tidak ada penganiayaan, Ferdian menyatakan permintaan maaf atas kekhilafan emosi yang terjadi.
"Saya selaku kepala dinas menyatakan permintaan maaf atas kekhilafan emosi yang terjadi," ucap Ferdian.
Saat ini, RM diduga sedang dirawat di rumah sakit karena trauma akibat peristiwa tersebut. Tribun Sumsel masih berupaya untuk mengkonfirmasi lebih lanjut tentang kejadian ini.
Proses Investigasi dan Penanganan
Tidak hanya itu, pihak dinas Kominfo Ogan Ilir juga tengah melakukan evaluasi terkait situasi yang terjadi. Hal ini dilakukan untuk memastikan agar tidak terulang kembali dalam lingkungan kerja.
Beberapa pihak terkait, termasuk atasan dan rekan kerja RM, akan dimintai keterangan untuk memperjelas situasi yang terjadi. Pembenahan sistem komunikasi dan pengelolaan staf juga dipertimbangkan sebagai langkah preventif.
Langkah-Langkah yang Akan Diambil
Berikut beberapa langkah yang akan diambil oleh Dinas Kominfo Ogan Ilir:
- Evaluasi kinerja dan sikap pegawai
- Peningkatan komunikasi antara atasan dan bawahan
- Pelatihan manajemen emosi bagi para pejabat
- Penguatan mekanisme pengaduan internal
Dengan adanya kejadian ini, diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh jajaran dinas untuk menjaga suasana kerja yang harmonis dan profesional.