
Peran Esports dalam Pembangunan Ekonomi Kreatif di Papua Barat Daya
Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Papua Barat Daya, Yusdi Lamatenggo, menyampaikan bahwa esports merupakan cabang olahraga masa depan yang memiliki potensi besar dalam membuka peluang ekonomi kreatif dan karier profesional bagi generasi muda.
“Kalian bukan hanya pemain gim, tapi duta digital Papua Barat Daya,” ujar Yusdi pada pembukaan Positive Zone 3 Esports di sebuah mal di Kota Sorong, Jumat (24/10/2025) malam. Ia menekankan pentingnya peran esports sebagai wadah pengembangan bakat dan disiplin, bukan sekadar permainan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan esports, diperlukan dukungan dari berbagai pihak. Hal ini termasuk pembangunan infrastruktur digital, kompetisi yang berkelanjutan, serta pembinaan atlet yang terarah.
“Kita butuh internet cepat, sistem pembinaan terarah, serta dukungan masyarakat agar esports dipandang sebagai wadah bakat dan disiplin, bukan sekadar permainan,” ujarnya. Menurutnya, dengan dukungan yang memadai, esports dapat menjadi jalur alternatif untuk mengembangkan potensi muda-mudi di daerah tersebut.
Positive Zone 3 Esports dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana mencari juara sekaligus menjaring bibit unggul menuju Pra-PON dan PON. Tujuan utamanya adalah melahirkan atlet digital yang mampu membawa nama Papua Barat Daya di tingkat nasional, bahkan internasional.
“Dari sini kita ingin lahirkan atlet digital membawa nama Papua Barat Daya di tingkat nasional, bahkan internasional,” katanya. Ajang ini menjadi cerminan bagaimana industri kreatif digital mulai tumbuh di Sorong, dengan keterlibatan komunitas, sponsor lokal, dan dukungan pemerintah.
“Kami harap ini awal pembentukan ekosistem E-Sport Papua Barat Daya yang solid, profesional, dan bernilai ekonomi tinggi,” tambah Yusdi. Ia optimis bahwa dengan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku bisnis, esports akan menjadi salah satu sektor yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.
Detail Pelaksanaan Positive Zone 3 Esports
Ketua Panitia Afif Hidayat menjelaskan bahwa ajang Positive Zone 3 Esports berlangsung selama tiga hari, yaitu 24 hingga 26 Oktober 2025. Event ini diikuti oleh 344 atlet yang terbagi dalam 64 tim dan 64 individu. Mereka bertarung dalam lima gim populer, yaitu PUBG Mobile, Mobile Legend, Free Fire, E-Football, dan Tekken 8.
Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam bidang esports. Selain itu, event ini juga menjadi ajang promosi dan penguatan jaringan antara komunitas esports, sponsor, dan pemerintah setempat.
Dengan partisipasi yang cukup besar, Positive Zone 3 Esports diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan esports di Papua Barat Daya. Selain itu, event ini juga menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem esports yang lebih kuat dan berkelanjutan.