Kagama Babel dan BRIN Berikan Bantuan Alat Pengolah Sampah, Ferry Afrianto: Ada Nilai Ekonomis

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 32x dilihat
Kagama Babel dan BRIN Berikan Bantuan Alat Pengolah Sampah, Ferry Afrianto: Ada Nilai Ekonomis
Kagama Babel dan BRIN Berikan Bantuan Alat Pengolah Sampah, Ferry Afrianto: Ada Nilai Ekonomis

Bantuan Pengolahan Sampah untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

Di Kelurahan Bukit Besar, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terjadi sebuah kegiatan yang menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keluarga Alumni Gajah Mada (Kagama) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyerahkan bantuan alat pengolah sampah kepada kelompok pengelola sampah setempat.

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung pada Jumat (7/11/2025), dan dihadiri oleh beberapa tokoh penting seperti Pj Sekda Provinsi Bangka Belitung Ferry Afrianto, Sekda Kota Pangkalpinang Mie Go, serta perwakilan dari berbagai instansi terkait. Acara ini menjadi bukti kerjasama antara pihak swasta dan pemerintah dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kerjasama yang Berdampak Positif

Ferry Afrianto, yang juga merupakan Ketua terpilih Kagama Provinsi Bangka Belitung periode 2025-2028, menyampaikan bahwa bantuan alat pengolah sampah ini adalah bentuk kerjasama yang sangat positif. Menurutnya, pengolahan sampah saat ini telah mampu menghasilkan cruth oil, yang nantinya akan diolah lebih lanjut menjadi bahan baku industri lainnya.

"Ada nilai ekonomisnya, sebagai bahan baku alat industri yang lain. Ini sebagai contoh mudah-mudahan ini bisa kita manfaatkan, kita lihat hasil seperti apa dan menjadi usaha yang bisa dilakukan oleh koperasi," ujar Ferry Afrianto.

Ia berharap alat pengolahan sampah dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. "Bantuan ini dapat membantu, meningkat ekonomi masyarakat. Hasil positif bisa mengelola sampah untuk nilai ekonomi di masyarakat, serta dapat meningkatakan pendapatan masyarakat dari pegolahan sampah," tambahnya.

Penggunaan Alat untuk Mengolah Limbah Non Organik

Perwakilan dari pengelola sampah Kelurahan Bukit Besar, Didik Sugianto, menjelaskan bahwa bantuan alat pengolah sampah ini akan digunakan untuk mengolah limbah non organik. Ia menyebutkan bahwa limbah plastik dapat diolah menjadi cruth oil atau bahan bakar minyak.

"Bisa non limbah khususnya plastik, diolah menjadi cruth oil atau bahan bakar minyak. Untuk BBM bisa jenis bensin, solar sama minyak tanah," jelas Didik Sugianto.

Potensi Ekonomi dari Pengolahan Sampah

Dengan adanya alat pengolahan sampah ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh manfaat ekonomi yang signifikan. Proses pengolahan sampah tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan peluang bisnis baru bagi masyarakat setempat.

Pengelolaan sampah yang efektif dapat menjadi sumber pendapatan tambahan, terutama jika hasil olahan sampah dapat dijual sebagai bahan baku industri atau bahan bakar. Hal ini tentu saja akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, terutama di wilayah perkotaan yang memiliki volume sampah yang cukup besar.

Tantangan dan Peluang Masa Depan

Meski ada potensi besar, pengelolaan sampah tetap menghadapi tantangan. Salah satunya adalah kesadaran masyarakat terhadap pentingnya daur ulang dan pengolahan sampah. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan sosialisasi yang terus-menerus agar masyarakat dapat memahami manfaat dari pengelolaan sampah secara mandiri.

Selain itu, dukungan dari pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat juga sangat penting dalam menjaga kelangsungan program ini. Dengan kolaborasi yang baik, pengolahan sampah bisa menjadi salah satu solusi yang berkelanjutan untuk menghadapi isu lingkungan dan ekonomi.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan