Kagetnya Panitia Diminta Biaya Konser Slank Rp700 Juta, Penyebab Konser Bimbim Cs Batal di Aceh

admin.aiotrade 26 Okt 2025 4 menit 17x dilihat
Kagetnya Panitia Diminta Biaya Konser Slank Rp700 Juta, Penyebab Konser Bimbim Cs Batal di Aceh

Konser Slank di Aceh Batal Akibat Masalah Administratif

Panitia konser Slank mengalami kejutan yang tidak terduga ketika Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh tiba-tiba menagih uang sewa venue sebesar Rp700 juta. Akibatnya, konser yang sedianya digelar di Lapangan Memanah Stadion Harapan Bangsa pada Sabtu (25/10/2025) harus dibatalkan.

Konser ini direncanakan sebagai bagian dari acara Panggung Sumpah Pemuda 2025. Acara tersebut juga bertujuan untuk memperingati 20 tahun perdamaian Aceh–RI (MoU Helsinki 2005–2025) sekaligus merayakan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia yang akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Koordinator acara, Fitri Syafruddin, menjelaskan bahwa awalnya Dispora Aceh (kepemimpinan lama) telah memberikan surat izin penggunaan lapangan. Namun, secara mendadak, izin tersebut dicabut tanpa alasan hukum yang jelas. Akibatnya, panitia memutuskan untuk menunda acara ke tanggal 25 Oktober 2025 dengan harapan situasi dan kepemimpinan baru di Dispora dapat memberikan dukungan administratif yang lebih baik.

Sayangnya, kejadian serupa kembali terjadi di bawah kepemimpinan Plt. Kadispora yang baru. Padahal, pada awal Oktober panitia sudah menerima surat izin penggunaan Lapangan Memanah dari Dispora Aceh, namun tanpa rincian tarif resmi. Bahkan, hingga mendekati pelaksanaan, Dispora Aceh tidak menerbitkan invoice resmi sebagai dasar pembayaran retribusi pemakaian lapangan.

Pada Selasa (21/10/2025), dalam rapat koordinasi di Polda Aceh, muncul informasi bahwa Dispora menetapkan tarif sewa Rp10.000 per meter persegi per hari, dengan alasan mengacu pada Qanun No. 4/2024 dan Pergub No. 34/2025. Berdasarkan ukuran lapangan sekitar 14.523 m persegi, nilai yang diminta mencapai Rp145 juta per hari, atau lebih dari Rp700 juta untuk 5 hari, tanpa penjelasan dasar penghitungan yang proporsional.

Dengan angka yang begitu fantastis dan tidak wajar, panitia menyampaikan keberatan. Setelah panitia menyampaikan keberatan, Dispora Aceh memanggil ulang panitia pada 22-23 Oktober dan meminta berbagai dokumen tambahan. Dalam pertemuan itu, panitia sudah menunjukkan seluruh izin resmi, tetapi tidak ada kejelasan soal mekanisme pembayaran.

Namun, pada keesokan harinya, area lapangan oleh petugas Dispora ditutup tanpa surat resmi maupun berita acara. Dispora juga meminta ulang dokumen rekomendasi MPU Aceh dan persyaratan lain yang sebenarnya sudah tercantum dalam izin keramaian yang sah.

Mirisnya, penguncian venue tersebut dilakukan setelah vendor teknis, kru panggung, lighting, dekorasi, dan rigging telah selesai memasang semua alat dengan rapi ke Lapangan Memanah Stadion Harapan Bangsa sebagai persiapan. Akibatnya, seluruh peralatan yang sudah berada di dalam area termasuk panggung utama, lighting, rigging, dan perlengkapan produksi terkunci di dalam dan tidak dapat digunakan maupun dikeluarkan.

Hari Jumat (24/10/2025) yang seharusnya dijadwalkan untuk gladi resik teknis bersama Polda Aceh, tim keamanan, dan pihak terkait lainnya pun tidak dapat dilakukan karena area tetap tertutup.

Akibat penguncian lapangan, pihak panitia langsung menghubungi Kadispora Aceh untuk meminta klarifikasi. Namun, Kadispora menyampaikan bahwa lapangan tidak dapat dibuka sebelum pembayaran penuh dilakukan sesuai perhitungan yang ditetapkan pihak Dispora.

Nilai pembayaran yang diminta tidak masuk akal. Rekening tujuan pembayaran yang disampaikan pun bukan rekening resmi Pemerintah Aceh (BPKA), melainkan rekening atas nama Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, yang menimbulkan pertanyaan serius dari sisi akuntabilitas keuangan.

Menganggapi hal itu, panitia sempat meminta invoice resmi dan surat penagihan tertulis, namun hingga waktu pelaksanaan tiba, tidak pernah ada dokumen resmi yang diterbitkan oleh Dispora.

Dalam kondisi darurat, lanjut Fitri, panitia mencoba memindahkan lokasi acara ke Taman Budaya Aceh. Namun setelah pengecekan teknis, tempat tersebut dinilai tidak memadai untuk konsep acara nasional berskala besar.

Izin diberikan secara lisan oleh Kadisbudpar, namun setelah evaluasi teknis diketahui kapasitas dan fasilitas Taman Budaya tidak memadai untuk konsep event nasional berskala besar. Demi keselamatan dan kelayakan teknis, panitia akhirnya memutuskan menunda acara di pukul 23.55 WIB.

Slank dan D’Masiv Gagal Tampil
Akibat situasi tersebut, Slank dan D’Masiv yang sudah dijadwalkan tampil pada Sabtu (25/10/2025) akhirnya batal manggung di Aceh. Selain itu, Rafly Kande dan grup yang sudah berada di Banda Aceh sejak sepekan sebelum acara dan berlatih setiap hari tanpa henti jadi dirugikan.

Fitri menambahkan, kerugian akibat pembatalan ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, hal itu mencakup biaya sewa panggung, peralatan teknis, lighting, transportasi, akomodasi, latihan artis, dan promosi yang sudah dibayar penuh.

Selain itu juga mengalami kerugian non-finansial karena hilangnya waktu, tenaga, dan momentum nasional akibat dua kali penundaan yang semuanya bersumber dari ketidakjelasan administratif Dispora Aceh.

Fitri menegaskan, PT Erol Perkasa Mandiri selaku penyelenggara tetap berkomitmen untuk melaksanakan acara ini di waktu pengganti dengan dukungan penuh seluruh artis dan mitra strategis.

Panitia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan tetap berharap sinergi lintas lembaga dapat terjalin lebih baik demi terwujudnya kegiatan kepemudaan yang bermartabat di Aceh.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan