
Pemimpin Kemenag Papua Barat Apresiasi Toleransi Antarumat Beragama di Teluk Wondama
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Papua Barat, Luksen Jems Mayor, menyampaikan apresiasinya terhadap sikap toleransi antarumat beragama yang terjalin dengan baik di wilayah Teluk Wondama. Menurutnya, keharmonisan tersebut dapat dilihat dari lancarnya perayaan 1 abad peradaban di Tanah Papua yang diselenggarakan di kawasan situs Aitumeri, Miei, Teluk Wondama, pada hari Sabtu (25/10/2025).
Perayaan ini tidak hanya menjadi momen penting dalam sejarah Tanah Papua, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa masyarakat bisa hidup bersama dalam kerukunan dan saling menghormati. Luksen Jems Mayor menegaskan bahwa keberhasilan acara tersebut bukan hanya hasil kerja satu pihak tertentu, melainkan kolaborasi dari berbagai elemen masyarakat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kami sangat bangga melihat kerja sama yang luar biasa dari semua denominasi agama yang ada di Teluk Wondama. Ini adalah contoh nyata kerukunan, kekeluargaan, dan kebersamaan," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kesuksesan perayaan ini tidak hanya berasal dari komunitas tertentu, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat lintas agama. Dalam acara tersebut, lebih dari 15 ribu orang hadir dan merasakan kedamaian serta kebersamaan di kota ini.
"Semangat kebersamaan lintas agama sungguh luar biasa. Semua pihak saling mendukung untuk membangun Tanah Papua yang damai dan harmonis," tambahnya.
Peran MUI Teluk Wondama dalam Mendukung Perayaan
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Teluk Wondama, H Abudin Ohoimas, juga menyampaikan dukungan penuh terhadap perayaan 1 abad peradaban di Tanah Papua. Ia menekankan bahwa keluarga muslim di wilayah ini turut serta dalam menyukseskan acara tersebut.
"Kami membantu dengan menyediakan beberapa tempat tinggal, seperti di Sekolah Yapis (Yayasan Pendidikan Islam), untuk jemaat GKI dari Pulau Biak," ujarnya.
Menurut Abudin Ohoimas, toleransi tidak hanya sekadar teori, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Meskipun memiliki perbedaan agama, masyarakat di Teluk Wondama tetap hidup berdampingan sebagai satu keluarga besar.
"Seluruh masyarakat Islam di sini kami minta untuk turut berpartisipasi karena ini berkaitan dengan potret kerukunan antarumat beragama di Teluk Wondama," katanya.
Keberagaman dan Kebersamaan di Teluk Wondama
Teluk Wondama dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki keragaman budaya dan agama yang tinggi. Namun, hal ini justru menjadi kekuatan bagi masyarakat setempat untuk menjaga hubungan yang harmonis. Banyak kegiatan sosial dan religius dilakukan secara bersama-sama, sehingga menciptakan iklim yang saling menghargai.
Dalam perayaan 1 abad peradaban di Tanah Papua, masyarakat Teluk Wondama menunjukkan semangat persatuan yang luar biasa. Tidak hanya para pemimpin agama, tetapi juga tokoh masyarakat, pemuda, dan pelajar turut serta dalam memperingati momen penting ini.
Kesimpulan
Perayaan 1 abad peradaban di Tanah Papua, khususnya di Teluk Wondama, menjadi bukti bahwa toleransi antarumat beragama bisa diwujudkan melalui tindakan nyata. Dengan kerja sama yang baik antara berbagai pihak, masyarakat bisa hidup berdampingan dengan damai dan saling mendukung.
Kepedulian terhadap kerukunan antarumat beragama tidak hanya menjadi tanggung jawab pemimpin agama, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Dengan begitu, keberagaman bisa menjadi kekuatan yang memperkaya kehidupan bersama.