Kakek di Wonosobo Temukan Cucu Meninggal di Gubuk Kebun, Ini Penjelasan Polisi

admin.aiotrade 12 Nov 2025 2 menit 17x dilihat
Kakek di Wonosobo Temukan Cucu Meninggal di Gubuk Kebun, Ini Penjelasan Polisi
Kakek di Wonosobo Temukan Cucu Meninggal di Gubuk Kebun, Ini Penjelasan Polisi

Penemuan Jenazah Kakek di Gubuk Kebun

Seorang pria lanjut usia, Bas (70), ditemukan meninggal dunia di gubuk kebunnya di Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Kejadian ini terjadi pada Selasa, 11 November 2025, dan dilaporkan oleh cucunya, Fer (27), yang merupakan pengantar pesanan khusus dari kakeknya.

Proses Penemuan dan Pelaporan

Fer tiba di gubuk milik kakeknya sekitar pukul 09.00 WIB. Saat tiba, suasana di sekitar gubuk terlihat sepi. Ia melihat melalui jendela dan melihat sang kakek sedang terlentang di tempat tidur. Setelah masuk, Fer menyadari bahwa Bas telah meninggal dunia.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Setelah mengetahui kondisi tersebut, Fer kemudian memberitahu ayahnya, Abd (41). Mereka kemudian melapor ke aparat desa setempat. Informasi selanjutnya diteruskan ke Polsek Wonosobo dan Tim Inafis Polres Tanggamus.

Tindakan yang Dilakukan oleh Petugas

Tim Inafis Polres Tanggamus bersama Polsek Wonosobo segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi forensik terhadap jasad Bas. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa jasad tersebut memang milik Bas. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diperkirakan Bas telah meninggal dunia selama tiga hari sebelum ditemukan. Hal ini didasarkan pada kondisi tubuh yang mulai membengkak dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Proses Evakuasi dan Perawatan Jenazah

Jasad Bas kemudian dievakuasi ke rumah duka yang berjarak sekitar 5 km dari lokasi kejadian. Medan yang cukup sulit membuat petugas harus menggunakan cara ditandu hingga ke titik jemputan mobil ambulan.

Keluarga korban juga menolak proses autopsi terhadap jenazah. Mereka telah menandatangani surat pernyataan penolakan. Hal ini didasarkan pada keterangan keluarga bahwa Bas memiliki riwayat sakit sebelum meninggal.

Dugaan Awal Penyebab Kematian

Menurut dugaan sementara, Bas meninggal akibat sakit. Hal ini dikuatkan dengan adanya riwayat penyakit yang dimiliki oleh korban. Meskipun begitu, pihak berwajib tetap menjalankan prosedur sesuai dengan standar yang berlaku.

Kesimpulan

Peristiwa ini menunjukkan pentingnya kepedulian terhadap keluarga lansia yang tinggal sendirian. Dengan adanya kejadian seperti ini, diharapkan masyarakat lebih waspada terhadap kondisi orang tua mereka, terutama yang tinggal sendirian atau memiliki riwayat penyakit.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan