Kala Bom SMAN 72 Jakarta Ternyata Melukai Pelaku, Disengaja?

admin.aiotrade 12 Nov 2025 2 menit 15x dilihat
Kala Bom SMAN 72 Jakarta Ternyata Melukai Pelaku, Disengaja?


aiotrade, JAKARTA — Polda Metro Jaya berhasil mengungkap sejumlah bom rakitan yang terlibat dalam insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta. Dalam peristiwa tersebut, pelaku terkena dampak ledakan di bagian kepalanya.

Dansatbrimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto menjelaskan bahwa pihaknya menemukan total tujuh bom selama proses olah TKP di SMAN 72 Jakarta. Berdasarkan hasil penelusuran, empat bom meledak di dua lokasi berbeda, yaitu Masjid dan Taman Baca yang berdekatan dengan bank sampah.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Henik, ada dua mekanisme yang digunakan dalam insiden ledakan tersebut. Di lokasi pertama, yakni masjid, pelaku meledakkan bom menggunakan remote. Sementara itu, di lokasi kedua, peledakan dilakukan dengan memantik sumbu bom.

Namun, saat melakukan peledakan di lokasi kedua, bom tersebut meledak di bagian kepala pelaku, sehingga menyebabkan luka parah. Meski demikian, apakah hal tersebut disengaja atau tidak masih menjadi fokus penyelidikan kepolisian.

"Yang bersangkutan meledakkan bom di bagian kepalanya. Kami sedang melakukan pendalaman karena saat ini fokus kami adalah pemulihan kesehatan dan psikologis pelaku," ujar Henik di Polda Metro Jaya, Selasa (11/11/2025).

Sekadar informasi, pelaku saat ini telah ditetapkan sebagai anak berkonflik hukum (ABH). Dorongan untuk melakukan aksi tersebut berasal dari rasa kesepian dan kurangnya tempat untuk melampiaskan keluh kesah.

Lebih lanjut, pelaku juga mendapatkan inspirasi dari rekan di komunitas media sosialnya yang sering membagikan konten kekerasan ekstrem. Hal ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tindakan pelaku.

Pelaku memiliki enam tokoh yang menjadi inspirasinya dalam melakukan kekerasan ekstrem. Keenam tokoh tersebut antara lain Brenton Tarrant, Alexandre Bissonete, hingga Dylann Storm Roof. Mereka terlibat dalam tindakan kekerasan yang berujung pada pembunuhan di beberapa negara.

"Akan tetapi, sekali lagi, yang bersangkutan hanya melakukan copy cat atau peniruan saja. Inspirasi tersebut kemudian dijadikan dasar bagi tindakan yang dilakukannya," pungkas Henik.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan