KalaFest 2026 Dibuka, BI Kaltim Perkuat Ekonomi Syariah Menuju IKN

KalaFest 2026 Dibuka, BI Kaltim Perkuat Ekonomi Syariah Menuju IKN
KalaFest 2026 Dibuka, BI Kaltim Perkuat Ekonomi Syariah Menuju IKN

KalaFest 2026 Dibuka di Islamic Center Samarinda

KalaFest 2026 resmi dibuka di Islamic Center Samarinda sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi syariah di Kalimantan Timur. Acara ini menjadi momen penting dalam memperkuat ekosistem industri halal, UMKM syariah, serta transformasi digital ekonomi daerah menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

Perhelatan ekonomi syariah terbesar di Kalimantan Timur ini digelar di kawasan Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda pada Jumat (8/5/2026) malam. Ratusan pengunjung memadati lokasi pembukaan festival yang menampilkan berbagai aktivitas edukatif dan religius.

KalaFest 2026 diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Timur bersama Pemerintah Provinsi Kaltim dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kaltim. Acara ini mengusung tema akselerasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui transformasi digital, dengan harapan menjadi wadah penguatan ekonomi syariah yang inklusif dan berdaya saing.

Hadirkan 150 UMKM Bersertifikat Halal

KalaFest 2026 menghadirkan sekitar 150 UMKM lokal yang telah terkurasi dan memiliki sertifikat halal. Produk yang ditampilkan mencakup kuliner, fesyen muslim, kriya, serta produk kreatif berbasis ekonomi syariah.

Kehadiran UMKM halal tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai ekonomi syariah di Kalimantan Timur sekaligus memperluas pasar bagi pelaku usaha lokal. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Jajang Hermawan, menjelaskan bahwa pihaknya terus mendorong perluasan akses pembiayaan dan literasi keuangan bagi pelaku UMKM melalui program BIMA ETAM.

"Program BIMA ETAM yang sudah berjalan sejak 2025 ini telah diikuti lebih dari 1.000 UMKM dan sukses mendukung penyaluran pembiayaan produktif," jelas Jajang. Menurutnya, ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Timur.

Beragam Agenda Edukatif dan Religius

Selain pameran UMKM halal, KalaFest 2026 juga menyediakan berbagai kegiatan edukatif, ekonomi, dan religi yang terbuka untuk masyarakat umum. Beberapa agenda utama yang digelar selama festival antara lain:

  • Sharia Forum dan Flagship Seminar terkait ekonomi syariah dan industri halal.
  • Business Matching dan Gerakan Pangan Murah bagi masyarakat.
  • Tabligh Akbar bersama Ustadz Maulana pada Sabtu (9/5/2026).
  • Closing Ceremony yang akan dimeriahkan penampilan Haddad Alwi pada Minggu (10/5/2026).

Festival yang berlangsung hingga 10 Mei 2026 tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi ekonomi syariah masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antarstakeholder.

Melalui KalaFest 2026, ekonomi syariah diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan daerah yang tidak hanya produktif dan berkelanjutan, tetapi juga membawa keberkahan bagi seluruh lapisan masyarakat Kaltim, ujar Jajang.

Sinergi Ekonomi Syariah di Gerbang IKN

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, yang hadir membuka langsung acara tersebut menegaskan bahwa ekonomi syariah kini telah menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional. Menurutnya, posisi strategis Kaltim sebagai penyangga IKN membuka peluang besar dalam pengembangan industri halal dan ekonomi syariah di kawasan Indonesia Timur.

"Kaltim memiliki peluang besar untuk tumbuh sebagai pusat pengembangan industri halal dan ekonomi syariah di kawasan Kalimantan maupun Indonesia Timur," ungkap Seno Aji. Ia berharap sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan masyarakat terus diperkuat agar ekonomi syariah di Kaltim mampu berkembang lebih pesat dan kompetitif.