
Penangkapan Pelaku Pencurian Sekolah yang Menjadi Buronan
Setelah lebih dari sebulan menjadi buronan, Dadi Hamdani (40), seorang pria yang dikenal sebagai spesialis pembobol sekolah di wilayah Kabupaten Garut, akhirnya berhasil ditangkap. Petualangan yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan dunia pendidikan ini berakhir di kawasan Panawuan, Kecamatan Tarogong Kidul.
Penangkapan dilakukan oleh Tim Sancang dan Unit Reskrim Polsek Cibatu pada Sabtu, 18 Oktober 2025. Menurut Kapolsek Cibatu, Iptu Amirudin Latif, Dadi adalah buronan utama terkait kasus pencurian yang terjadi di sebuah sekolah di wilayah Cibatu pada pertengahan September lalu.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam aksinya yang terencana, pelaku berhasil menggondol aset berharga berupa satu unit laptop dan tiga unit telepon genggam. Total kerugian materi yang dialami pihak sekolah ditaksir mencapai angka fantastis, yaitu sekitar Rp16 juta.
"Tersangka berhasil kami amankan di wilayah Panawuan, Tarogong Kidul, setelah melalui proses pengejaran yang intens," jelas Iptu Amirudin saat dikonfirmasi pada Senin, 20 Oktober 2025.
Drama Persembunyian di Atap Tetangga
Sejak laporan pencurian diterima, jajaran Polsek Cibatu segera bergerak melakukan penyelidikan mendalam dan pengejaran terhadap pelaku. Dadi sempat berhasil 'menghilang' dari radar petugas, namun keberadaannya akhirnya terdeteksi di sebuah rumah kontrakan di Panawuan.
Saat tim gabungan mendatangi lokasi yang dicurigai sebagai persembunyiannya, pelaku sempat melakukan perlawanan non-fisik. Dadi mendadak hilang dari pandangan di dalam rumah, membuat petugas sempat kebingungan.
"Kami yakin saat itu dia berada di dalam. Akhirnya, kami berikan peringatan keras dan tegas, termasuk ancaman penembakan jika berupaya melarikan diri atau melawan," ungkap Iptu Amir.
Ancaman tegas itu terbukti efektif membuat nyali pelaku ciut. Dadi akhirnya memutuskan untuk keluar dari tempat persembunyiannya yang tak terduga, yaitu di atap rumah tetangga. Ia keluar sambil melambaikan tangan, sebagai tanda menyerah total. Petugas langsung membekuknya tanpa perlawanan berarti.
Incar Sekolah Sebagai Target Favorit
Dari hasil interogasi, terungkap fakta mencengangkan bahwa Dadi ternyata bukanlah pelaku tunggal kali ini saja. Kepada penyidik, ia mengakui telah empat kali melakukan aksi serupa. Bangunan sekolah terbukti menjadi target utama dan favoritnya dalam melancarkan aksi pencurian dengan pemberatan.
Kini, Dadi Hamdani telah diamankan di Mapolsek Cibatu untuk menjalani proses hukum. Atas perbuatannya, ia dijerat dengan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ia terancam hukuman kurungan penjara maksimal lima tahun.
Strategi dan Tindakan yang Dilakukan Petugas
Selama proses penangkapan, petugas menggunakan strategi yang cermat untuk memastikan keberhasilan. Mereka memperhatikan setiap kemungkinan persembunyian yang mungkin digunakan oleh pelaku. Salah satu cara yang digunakan adalah pengintaian terhadap lingkungan sekitar dan koordinasi antar tim untuk memastikan tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh Dadi.
Pengejaran yang intens dilakukan selama beberapa minggu, dengan bantuan informasi dari warga sekitar dan data yang diperoleh dari penyelidikan awal. Petugas juga melakukan evaluasi terhadap kebiasaan pelaku untuk memprediksi kemungkinan tempat persembunyiannya.
Pengaruh Terhadap Keamanan Sekolah
Peristiwa ini memberikan dampak besar terhadap keamanan sekolah di wilayah tersebut. Banyak pihak mulai mempertanyakan langkah-langkah pengamanan yang telah diterapkan. Selain itu, kejadian ini juga menjadi peringatan bagi sekolah-sekolah lain agar meningkatkan pengawasan terhadap aset dan fasilitas mereka.
Beberapa rekomendasi telah diajukan oleh pihak kepolisian, seperti pemasangan sistem keamanan tambahan dan pelatihan bagi staf sekolah dalam mengenali tanda-tanda tindakan kriminal. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Penutup
Penangkapan Dadi Hamdani merupakan kemenangan besar bagi aparat kepolisian dan masyarakat sekitar. Aksi yang dilakukannya selama beberapa bulan telah menyebabkan ketakutan dan kekhawatiran di kalangan pengajar dan siswa. Dengan penangkapan ini, harapan untuk keamanan yang lebih baik di sekolah-sekolah semakin kuat.