Kaleidoskop 2025: Saham Perbankan Jadi Penopang IHSG Baru

admin.aiotrade 24 Des 2025 2 menit 13x dilihat
Kaleidoskop 2025: Saham Perbankan Jadi Penopang IHSG Baru


aiotrade, JAKARTA – Kinerja saham sektor perbankan yang mengalami penurunan signifikan sepanjang tahun 2025 telah berdampak pada indeks harga saham gabungan (IHSG). Sebelumnya, saham perbankan sering menjadi penggerak utama IHSG, tetapi kini justru menjadi pemberat laju indeks.

Berdasarkan data Bloomberg hingga perdagangan Selasa (23/12/2025), dari 10 saham yang menjadi pemberat IHSG, tiga di antaranya adalah saham perbankan besar. Salah satunya adalah PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang menjadi saham paling berpengaruh dalam daftar ini.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Harga saham BBCA telah turun sebesar 13,94% sepanjang tahun 2025 (year to date/YtD) ke level Rp8.025 per saham. Penurunan ini memberatkan laju IHSG sebesar 5,35% atau setara dengan 80,45 poin.

Selain BBCA, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga turut membebani IHSG. Penurunan harga saham BMRI sebesar 2,49% YtD menyebabkan dampak negatif terhadap IHSG sebesar 1,36% atau 20,46 poin.

Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga mengalami penurunan sebesar 2,24% YtD dan berkontribusi sebesar 0,91% terhadap kinerja lesu IHSG, setara dengan 13,66 poin. Dengan demikian, ketiga saham perbankan tersebut secara bersama-sama memberatkan laju IHSG sebesar sekitar 7,62%.

Selain saham-saham perbankan, ada beberapa saham lain yang menjadi pemberat IHSG. Contohnya, saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) yang melemah sebesar 21,08% YtD, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) terkoreksi 25,07%, dan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) melemah hingga 30,50%.

Ketiga saham tersebut masing-masing membebani IHSG sebesar 71,70 poin, 68,90 poin, dan 37,93 poin.

Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) juga menjadi salah satu pemberat IHSG karena koreksi sebesar 26,05% YtD. Penurunan ini menyebabkan dampak negatif terhadap IHSG sebesar 1,19%.

Selain itu, saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) turut membebani IHSG sebesar 1,05% akibat koreksi sebesar 25,72% YtD.

Dua saham terakhir yang menjadi pemberat IHSG adalah PT GOTO Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) yang terkoreksi 8,57% YtD sehingga membebani IHSG sebesar 0,91%, serta PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) yang membebani IHSG sebesar 0,70% atau 10,54 poin lantaran koreksi 9,93% YtD.

Berikut adalah daftar 10 saham yang menjadi pemberat IHSG selama tahun 2025:

  • BBCA – Penurunan 13,94% YtD, kontribusi -5,35%
  • BYAN – Penurunan 21,08% YtD, kontribusi -4,76%
  • AMMN – Penurunan 25,07% YtD, kontribusi -4,58%
  • AMRT – Penurunan 30,50% YtD, kontribusi -2,52%
  • BMRI – Penurunan 2,49% YtD, kontribusi -1,36%
  • PANI – Penurunan 26,05% YtD, kontribusi -1,19%
  • ICBP – Penurunan 25,72% YtD, kontribusi -1,05%
  • BBRI – Penurunan 2,24% YtD, kontribusi -0,91%
  • GOTO – Penurunan 8,57% YtD, kontribusi -0,91%
  • SMMA – Penurunan 9,93% YtD, kontribusi -0,70%

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan