Kaltara Masuk Empat Besar Provinsi Paling Harmonis di Indonesia
Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil mencatatkan prestasi yang membanggakan dengan masuk dalam empat besar provinsi yang paling harmonis di Indonesia. Prestasi ini didasarkan pada pengukuran Indeks Harmoni Indonesia (IHAI) Tahun 2025, yang menilai tingkat harmoni masyarakat melalui berbagai dimensi penting.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kaltara, Jonilius, menjelaskan bahwa pengukuran IHAI 2025 dilakukan di 353 kabupaten dan kota yang ada di 24 provinsi seluruh Indonesia. Prosesnya dilakukan melalui pengisian tautan e-survei yang berlangsung dari tanggal 3 hingga 24 Maret 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dari seluruh provinsi yang mengikuti survei tersebut, hanya empat provinsi yang berhasil memenuhi kriteria pelaporan tingkat provinsi. Capaian minimal yang ditetapkan adalah sebanyak 1.250 responden di setiap kabupaten dan kota.
“Dari 24 provinsi, Kaltara berhasil menembus jajaran elit ini, bersanding dengan Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, dan DKI Jakarta,” ujar Jonilius.
Atas capaian ini, Pemerintah Provinsi Kaltara menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kesbangpol kabupaten dan kota yang telah memastikan target responden tercapai. Ia juga menyebut keberhasilan ini sebagai hasil kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat.
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah kabupaten/kota, serta partisipasi masyarakat yang menjadi responden dalam survei IHAI pada bulan Maret lalu,” tambahnya.
Empat Dimensi Utama dalam Pengukuran IHAI
Jonilius menjelaskan bahwa IHAI merupakan ukuran komposit yang menggambarkan tingkat harmoni masyarakat melalui empat dimensi utama, yaitu ekonomi, sosial, budaya, dan keberagamaan.
Dimensi ekonomi, menurut dia, mencerminkan kesejahteraan dan pembangunan inklusif. Sedangkan dimensi sosial menilai interaksi yang sehat, partisipatif, dan toleran.
Selanjutnya, dimensi budaya menggambarkan keberagaman nilai lokal yang hidup berdampingan; dan dimensi keberagamaan menjamin kebebasan beragama serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Peran Penting IHAI dalam Pembangunan Daerah
Menurut Jonilius, pelaksanaan IHAI 2025 memiliki peran penting dalam arah pembangunan daerah. Selain menjadi alat pemantau kondisi harmoni masyarakat, IHAI juga mendukung implementasi visi pemerintah yang sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo. Yakni pembangunan sosial berkelanjutan, stabilitas, dan kesejahteraan berbasis keadilan.
Ia mengingatkan bahwa keberagaman etnis, budaya, dan agama di Kaltara merupakan kekayaan sekaligus kekuatan yang harus dijaga bersama.
“Mari kita terus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat. Dengan harmoni, Kaltara akan terus menjadi daerah yang damai, toleran, dan berkeadaban,” pungkasnya.