PALANGKA RAYA, aiotrade.CO –
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran memimpin apel pelepasan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana alam di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Kalteng pada Kamis (11/12/2025).
Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Provinsi Kalteng kepada masyarakat di tiga provinsi tersebut yang sedang dilanda duka akibat bencana banjir.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Duka mereka adalah duka kita bersama, duka seluruh bangsa Indonesia, termasuk masyarakat Kalimantan Tengah,” tegas gubernur.
Ia menyebutkan bahwa bantuan yang dihimpun merupakan wujud kepedulian dari seluruh elemen masyarakat Kalteng, mulai dari Forkopimda, ASN, mahasiswa, pelajar, perbankan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum.
“Ini adalah wujud nyata nilai gotong royong dan rasa persaudaraan yang tertanam kuat dalam diri kita sesuai falsafah Huma Betang. Bantuan ini membuktikan bahwa Kalimantan Tengah hadir untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatra,” ujarnya.
Plt. Sekda Provinsi Kalteng Leonard S. Ampung dalam laporannya menyampaikan bahwa bantuan yang dilepas merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak.
Adapun rincian bantuan yang terkumpul yaitu bantuan Keuangan dari Pemprov Kalteng senilai Rp 3.000.000.000, bantuan Keuangan dari Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalteng senilai Rp 3.900.000.000, donasi dari ASN/Tekon dan siswa SMA/SMK Pemprov Kalteng senilai Rp 745.702.000, bantuan berupa barang senilai Rp 50.000.000.
Kemudian bantuan dari Bank Kalteng senilai Rp 700.000.000, bantuan dari Bank Indonesia dan perbankan senilai Rp 20.000.000 dan bantuan berupa barang dari Polda Kalteng senilai Rp 600.000.000. Total keseluruhan bantuan mencapai Rp 9.015.702.000, ditambah sumbangan dari mahasiswa sebesar Rp 129.000.000.
Apel pelepasan bantuan kemanusiaan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Kalteng, kepala perangkat daerah, instansi vertikal, organisasi kepemudaan, organisasi perempuan Forkopimda, pimpinan perbankan, BUMD, BEM, serta berbagai paguyuban.
Berikut Rincian Bantuan yang Dikumpulkan:
- Bantuan Keuangan dari Pemprov Kalteng: Rp 3.000.000.000
- Bantuan Keuangan dari Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalteng: Rp 3.900.000.000
- Donasi dari ASN/Tekon dan siswa SMA/SMK Pemprov Kalteng: Rp 745.702.000
- Bantuan berupa barang: Rp 50.000.000
- Bantuan dari Bank Kalteng: Rp 700.000.000
- Bantuan dari Bank Indonesia dan perbankan: Rp 20.000.000
- Bantuan berupa barang dari Polda Kalteng: Rp 600.000.000
- Sumbangan dari mahasiswa: Rp 129.000.000
Total keseluruhan bantuan yang terkumpul mencapai Rp 9.015.702.000.
Partisipasi Berbagai Pihak
Pelepasan bantuan kemanusiaan ini tidak hanya dihadiri oleh para pejabat pemerintah, tetapi juga melibatkan berbagai komunitas dan organisasi. Beberapa antara lain:
- Unsur Forkopimda Provinsi Kalteng
- Kepala perangkat daerah
- Instansi vertikal
- Organisasi kepemudaan
- Organisasi perempuan Forkopimda
- Pimpinan perbankan
- BUMD
- BEM
- Berbagai paguyuban
Partisipasi ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.
Nilai Gotong Royong dan Persaudaraan
Gubernur Agustiar Sabran menekankan bahwa bantuan ini adalah bentuk nyata dari nilai gotong royong dan persaudaraan yang sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Kalimantan Tengah.
“Bantuan ini bukan hanya sekadar bantuan materi, tetapi juga bentuk dukungan moral dan semangat kebersamaan,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kalteng untuk tetap menjaga sikap empati dan solidaritas, terutama dalam menghadapi tantangan seperti bencana alam.
Langkah Selanjutnya
Setelah pelepasan bantuan, seluruh bantuan akan segera dikirimkan ke daerah-daerah yang terkena dampak bencana. Proses pengiriman akan dilakukan dengan koordinasi yang baik agar bantuan dapat sampai tepat waktu dan tepat sasaran.
Selain itu, pemerintah juga akan terus memantau kondisi di daerah tujuan dan siap memberikan bantuan tambahan jika diperlukan.