
Kampung Agro Ekonomi, Ruang Hijau di Tengah Lombok Timur
Ada lelah yang tidak bisa disembuhkan hanya dengan tidur lebih lama. Ia menetap di kepala, di dada, di pikiran yang terus bekerja tanpa jeda. Untuk lelah seperti itu, sering kali yang dibutuhkan bukan perjalanan jauh, melainkan ruang hijau yang tenang, tempat untuk berhenti sejenak dan bernapas. Di Lombok Timur, ruang itu kini hadir dekat dari pusat kota, bernama Kampung Agro Ekonomi.
Terletak di Desa Rumbuk Timur, Kecamatan Sakra, Kampung Agro Ekonomi menjadi destinasi agrowisata baru yang menawarkan ketenangan ala desa. Menariknya, lokasi kawasan ini hanya sekitar lima menit dari Kota Selong. Namun jarak yang singkat itu seolah membawa pengunjung ke dunia yang berbeda. Hiruk pikuk kota perlahan tertinggal, digantikan suara angin, hamparan sawah, dan kebun sayur yang hijau membentang.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kampung Agro Ekonomi digarap dan dikelola langsung oleh BUMDes Sejahtera Desa Rumbuk Timur. Kawasan ini direncanakan akan resmi dilaunching pada akhir Desember, menyambut libur akhir tahun. Momen yang tepat, ketika banyak orang ingin mencari tempat untuk menutup tahun dengan suasana yang lebih tenang dan bermakna.
Begitu memasuki kawasan ini, waktu seakan melambat. Tidak ada musik keras, tidak ada keramaian berlebihan. Yang ada hanyalah jalan setapak, tanaman yang tumbuh rapi, dan udara desa yang terasa bersih. Paket Agrowisata menjadi pilihan utama bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam tanpa agenda yang rumit. Cukup berjalan santai, memandangi kebun, atau duduk sejenak menikmati pemandangan hijau.
Di beberapa sudut, kamera ponsel sering terangkat dengan sendirinya. Lanskap desa yang alami menghadirkan keindahan yang tidak dibuat-buat. Salah satu titik yang paling menarik perhatian adalah jembatan bambu yang membentang di tengah area pertanian. Sederhana, tapi justru di situlah pesonanya. Jembatan ini kini menjadi ikon Kampung Agro Ekonomi dan sering dipilih sebagai latar foto.
Melihat antusiasme tersebut, pengelola menghadirkan Paket Prewedding Jembatan Bambu. Paket ini menyasar pasangan yang ingin mengabadikan momen istimewa dengan nuansa pedesaan yang hangat dan alami. Tanpa dekorasi berlebihan, alam menjadi latar utama yang berbicara dengan caranya sendiri.
Tak hanya memanjakan mata, Kampung Agro Ekonomi juga mengajak pengunjung untuk terlibat langsung. Melalui Paket Petik Sayur dan Buah, pengunjung bisa turun ke kebun, memetik hasil pertanian segar, dan merasakan kembali hubungan sederhana antara manusia dan tanah. Aktivitas ini sering menjadi favorit keluarga, terutama bagi anak-anak yang jarang melihat langsung bagaimana makanan tumbuh.
Tempat ini terasa inklusif. Anak-anak belajar mengenal tanaman dan proses pertanian. Orang tua menemukan ruang untuk bersantai. Anak muda mendapatkan spot hijau yang estetik tanpa harus pergi jauh dari kota. Semua hadir tanpa jarak, tanpa kesan eksklusif.
Direktur BUMDes Sejahtera Desa Rumbuk Timur, Marjan, menyampaikan bahwa Kampung Agro Ekonomi memang dirancang sebagai ruang yang dekat dengan masyarakat, baik secara fisik maupun emosional.
“Kami ingin tempat ini menjadi ruang yang menenangkan. Orang bisa datang kapan saja, menikmati suasana desa, dan pulang dengan perasaan lebih ringan,” kata Marjan.
Ia menjelaskan bahwa Kampung Agro Ekonomi tidak hanya diposisikan sebagai destinasi wisata, tetapi juga bagian dari Program Ketahanan Pangan Desa Rumbuk Timur. Pemerintah desa menyalurkan anggaran khusus melalui BUMDes untuk memperkuat sektor pertanian dan menggerakkan ekonomi warga.
“Wisata ini adalah pintu masuk. Di balik itu, ada pertanian, ada petani, dan ada upaya agar desa bisa mandiri dari potensi yang dimiliki sendiri,” tambahnya.
Dengan konsep yang sederhana namun bermakna, Kampung Agro Ekonomi diharapkan menjadi ikon baru agrowisata Lombok Timur. Bukan ikon yang gemerlap, tetapi tempat yang menghadirkan ketenangan dan kedekatan dengan alam.
Bagi mereka yang lelah oleh rutinitas, Kampung Agro Ekonomi bukan sekadar destinasi. Ia adalah tempat pulang. Sebuah ruang hijau yang mengingatkan bahwa istirahat tidak selalu harus pergi jauh—kadang, ia hanya perlu sedikit melipir dari kota, lalu menemukan kembali diri sendiri di tengah desa.