Kebijakan Kanada Terkait Impor Mobil Listrik China Mengundang Kekhawatiran dari Pemerintahan AS
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengungkapkan kekhawatiran terhadap keputusan Kanada yang memungkinkan impor hingga 49 ribu unit mobil listrik (EV) buatan China. Pernyataan tersebut menunjukkan adanya ketegangan baru dalam hubungan perdagangan antara Washington dan Ottawa, khususnya terkait kebijakan industri kendaraan energi baru.
Menurut para pejabat AS, mobil listrik asal China tidak akan diizinkan masuk ke pasar AS, menunjukkan sikap keras pemerintahan Trump terhadap produk otomotif China yang dianggap dapat mengancam industri kendaraan listrik domestik serta keamanan ekonomi nasional.
AS Memperingatkan Dampak Keputusan Kanada Izinkan Impor Mobil Listrik China

Menteri Transportasi AS, Sean Duffy, memberikan peringatan keras kepada Kanada terkait keputusan mereka membuka pasar bagi mobil listrik buatan China. Peringatan ini disampaikan dalam sebuah acara bersama pejabat pemerintah AS di pabrik Ford, Ohio, pada Jumat (16/1/2026). Acara tersebut digelar untuk mempromosikan upaya pemerintahan Trump menjadikan kendaraan listrik lebih terjangkau dan berdaya saing tinggi di dalam negeri.
Duffy menilai langkah Kanada akan memiliki dampak negatif dalam jangka panjang, terutama terhadap industri otomotif Amerika Utara. Ia menyatakan bahwa Kanada akan menyesali keputusan mereka di masa depan karena telah mengizinkan mobil-mobil China masuk ke pasar mereka.
Utusan Dagang AS Sebut Keputusan Kanada Soal EV China Berisiko Jangka Panjang

Utusan Dagang AS, Jamieson Greer, menilai keputusan Kanada mengizinkan impor EV buatan China sebagai langkah yang bermasalah dan berisiko jangka panjang, terutama terhadap kesepakatan tarif pertanian dan hubungan perdagangan regional.
Greer menjelaskan bahwa tarif tinggi di AS diberlakukan untuk melindungi pekerja otomotif nasional dari gelombang kendaraan impor China. Selain faktor ekonomi, regulasi keamanan siber kendaraan yang diterapkan AS sejak awal tahun juga menjadi penghalang utama bagi EV China untuk masuk ke pasar Amerika.
“Menurut saya, ini adalah kebijakan yang bermasalah bagi Kanada. Ada alasan mengapa tidak banyak mobil China dijual di AS. Kami memiliki tarif untuk melindungi pekerja otomotif dan konsumen dari kendaraan tersebut,” ujar Greer.
Ia menambahkan bahwa aturan mengenai konektivitas internet dan sistem navigasi kendaraan yang berlaku sejak Januari 2026 semakin mempersempit peluang mobil listrik China untuk dapat menembus pasar AS.
Kanada Turunkan Tarif EV China sebagai Bagian Diversifikasi Perdagangan di Tengah Tekanan AS

Kanada sebelumnya menerapkan tarif impor 100 persen terhadap mobil listrik asal China sejak 2024, mengikuti kebijakan perlindungan pasar yang diberlakukan oleh AS. Namun, dalam kesepakatan dagang baru dengan China, pemerintah Kanada menurunkan tarif menjadi 6,1 persen untuk 49 ribu unit pertama per tahun.
Perubahan kebijakan ini diumumkan oleh Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, di Beijing pada pekan lalu, sebagai bagian dari strategi diversifikasi perdagangan guna mengurangi ketergantungan ekonomi terhadap AS, di tengah meningkatnya risiko perang dagang antara AS dan China.
Menanggapi kebijakan tersebut, Utusan Dagang AS, Jamieson Greer, menyatakan bahwa langkah Kanada tidak akan mengganggu pasokan mobil Amerika ke pasar Kanada.
“Mobil-mobil itu menuju Kanada, bukan masuk ke AS, jadi tidak akan memengaruhi ekspor kami,” ujar Greer.
Perkembangan Terbaru di Pasar Mobil Listrik
Tesla, yang sebelumnya berada di puncak pasar mobil listrik, resmi disalip oleh BYD. Hal ini menunjukkan pergeseran dinamika pasar global yang semakin kompetitif.
Di sisi lain, China mencatat rekor tertinggi ekspor logam tanah jarang pada 2025, yang menunjukkan dominasi negara tersebut dalam industri bahan baku penting untuk teknologi modern.
Sementara itu, Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya, mengungkap bahwa ada 40 perusahaan asal China yang diduga melakukan penggelapan pajak PPN. Hal ini menunjukkan adanya upaya pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas bisnis internasional.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar