Suasana Mencekam di Kantor Bupati Langkat
Pada Rabu siang, 22 Oktober 2025, suasana di Kantor Bupati Langkat, Sumatera Utara, mendadak mencekam. Seorang pria bernama Ridho, warga Stabat, tiba-tiba mengamuk dan hampir saja membakar kantor tempat Bupati Syah Afandin berkantor.
Insiden ini terekam dalam video amatir yang kini viral di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman berdurasi beberapa detik itu, terlihat Ridho mengenakan batik bercorak dan topi, sambil membawa botol plastik berisi bensin. Ridho terlihat menuangkan bahan bakar itu di sekitaran halaman kantor, sembari berteriak dengan kata-kata kasar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Aksi Nyaris Membakar Kantor Bupati
Suasana tegang pun pecah. Petugas Satpol PP yang berjaga di lokasi langsung bereaksi cepat begitu melihat pria itu menyiramkan bensin ke lantai. Beberapa di antara mereka berusaha menenangkannya, sementara yang lain segera mengamankan area agar tidak terjadi kebakaran.
Kabag Umum Pemkab Langkat yang kebetulan berada di tempat kejadian ikut membantu petugas menahan Ridho. Dalam video yang beredar, tampak pria itu terus berteriak hingga akhirnya berhasil dibekuk tanpa perlawanan berarti.
“Benar, ada kejadian itu, bang,” kata Kasatpol PP Kabupaten Langkat, Dameka Singarimbun, saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon, Rabu 22 Oktober 2025.

Diduga Stres karena Istri Sakit
Dameka menjelaskan, berdasarkan keterangan awal dari anggotanya, pelaku datang secara tiba-tiba dan terlihat dalam kondisi emosi tidak stabil. Dari pengakuan Ridho sendiri, ia mengamuk lantaran stres karena istrinya sedang sakit dan merasa tidak mendapat bantuan.
“Informasi dari anggota saya, dia stres karena istrinya sakit. Datangnya tiba-tiba ke kantor Bupati, langsung bawa bensin,” jelas Dameka.
Beruntung, kejadian itu bisa dicegah sebelum benar-benar membahayakan banyak orang. “Begitu dia mulai menyiramkan bensin, personel langsung sigap mengamankan. Setelah itu, dia menangis dan mengaku menyesal,” tambahnya.
Akhirnya Dilepaskan Setelah Mengaku Salah
Ridho diketahui membawa botol berisi bensin dari rumahnya. Ia masuk dari arah belakang kantor sebelum menuju ke ruang utama. Namun, karena tidak sempat menyalakan api dan sudah mengaku bersalah, petugas Satpol PP memutuskan melepaskannya setelah diamankan dan diberi peringatan keras.
“Dia warga setempat, tinggal di Kecamatan Stabat. Setelah diperiksa dan menyesal, akhirnya kita lepas,” ujar Dameka menegaskan.
Viral dan Jadi Sorotan Warganet
Aksi nekat Ridho langsung menuai beragam komentar di media sosial. Banyak warganet yang bersimpati atas kondisi mental dan tekanan yang mungkin dialaminya, namun tak sedikit pula yang mengecam tindakannya yang dinilai berbahaya dan bisa merugikan banyak pihak.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa tekanan hidup dan masalah keluarga bisa membuat seseorang kehilangan kendali, apalagi jika tidak mendapat dukungan atau jalan keluar yang memadai.