Kemenag Maluku Utara Gelar Pendampingan Ambassador Literasi Zakat dan Wakaf
Kementerian Agama (Kemenag) Maluku Utara melalui Bidang Bimbingan Masyarakat Islam menggelar kegiatan pendampingan Ambassador Literasi Zakat dan Wakaf dengan tema "Membangun Generasi Dermawan melalui Literasi Zakat dan Wakaf". Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (16/12/2025), bertujuan untuk menanamkan pemahaman sejak dini kepada para siswa tentang pentingnya zakat dan wakaf sebagai instrumen keuangan sosial yang berdampak luas bagi kesejahteraan umat.

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Maluku Utara, H. Samsuddin Fatahuddin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa potensi zakat dan wakaf di Maluku Utara sangat besar. Potensi tersebut, menurutnya, akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat apabila dikelola secara profesional, transparan, dan berkelanjutan. Dirinya menegaskan bahwa literasi menjadi kunci utama agar zakat dan wakaf tidak hanya dipahami sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai solusi sosial.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam Kanwil Kemenag Malut, H. Machmud Zulkiram M. Chairudin selaku pemateri memberikan pembekalan kepada para siswa mengenai pentingnya pemahaman literasi zakat dan wakaf. Beliau menjelaskan konsep dasar zakat dan wakaf, manfaatnya bagi umat, serta peran generasi muda dalam mendukung penguatan ekosistem filantropi Islam di masa depan.

Selain itu, pada kegiatan yang diikuti oleh 100 siswa dari 6 sekolah di Kota Tikep, Kabid Bimas Islam juga menekankan pentingnya membiasakan diri untuk bersedekah dan berwakaf sejak sekarang. Menurutnya, nilai sedekah dan wakaf tidak diukur dari besar kecilnya nominal, melainkan dari keikhlasan dan konsistensi. Bahkan, sedekah atau wakaf dari uang jajan sebesar seribu rupiah pun sudah menjadi langkah awal dalam membangun karakter dermawan.
Kegiatan pendampingan ini berlangsung secara interaktif dan edukatif, dengan mendorong siswa untuk aktif mengikuti segala rangkaian kegiatan dari bertanya hingga membuat sebuah drama. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan pemahaman siswa terhadap zakat dan wakaf tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan dan Manfaat Kegiatan
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menanamkan sejak dini pemahaman tentang zakat dan wakaf sebagai instrumen keuangan sosial. Dengan adanya program ini, diharapkan siswa dapat memahami bahwa zakat dan wakaf bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga bentuk kepedulian sosial yang bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Beberapa manfaat dari kegiatan ini antara lain: * Meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya zakat dan wakaf * Membentuk karakter dermawan sejak dini * Mengedukasi siswa tentang pengelolaan zakat dan wakaf yang profesional dan transparan * Mendorong partisipasi siswa dalam kegiatan sosial dan filantropi
Peran Generasi Muda
Generasi muda memiliki peran penting dalam mendukung penguatan ekosistem filantropi Islam. Dengan pengetahuan yang cukup tentang zakat dan wakaf, mereka dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan kesadaran dan kepedulian sosial di lingkungan sekitar mereka.
Menurut H. Machmud Zulkiram M. Chairudin, siswa tidak hanya perlu memahami teori, tetapi juga harus mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti berbagi uang jajan atau berwakaf meski dalam jumlah kecil.
Penutupan Kegiatan
Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan pengukuhan Ambassador Literasi Zakat dan Wakaf. Para ambassador yang dikukuhkan diharapkan dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing serta turut berperan aktif dalam mensosialisasikan zakat dan wakaf kepada masyarakat lingkungan sekitar mereka beraktivitas. Dengan demikian, semangat dermawan dan kepedulian sosial dapat terus berkembang di kalangan masyarakat.