Perahu Tug Boat Tenggelam di Perairan Pulau Seliu
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang segera bertindak setelah menerima laporan mengenai tenggelamnya Tug Boat (TB) Kawan Kita XI di perairan Pulau Seliu, Kabupaten Belitung. Kejadian ini terjadi pada Jumat (24/10/2025) dini hari. TB Kawan Kita XI yang membawa delapan orang kru (POB) tenggelam saat menjalankan misi evakuasi kapal lain. Dari delapan awak tersebut, satu orang dinyatakan meninggal dunia, sementara tujuh lainnya berhasil selamat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Awal Kejadian
Kejadian bermula saat TB Kawan Kita XI, yang dikemudikan oleh Lasang Lao (61) dengan KKM Selamet Riyadi (32), melaksanakan perintah dari PT MBM Pontianak untuk mengevakuasi TB Tolandak I dan BG Mitra Makmur VIII yang kandas di perairan Pulau Seliu. Proses evakuasi berjalan sukses, dan pada pukul 17.40 WIB, kapal berhasil menarik kedua kapal tersebut ke area berlabuh yang aman.
Namun, rencana perjalanan menuju Pulau Mendanau harus tertunda akibat cuaca buruk yang tiba-tiba datang. Angin kencang, hujan deras, dan ombak tinggi memaksa nahkoda untuk berlindung dengan menyandar di lambung kiri BG Mitra Makmur VIII.
Kecelakaan yang Terjadi
Sekitar pukul 18.30 WIB, ombak besar menghantam kapal sehingga BG Mitra Makmur VIII hanyut ke arah karang, dan TB Kawan Kita XI yang berada di sampingnya ikut kandas di atas batu karang. Benturan keras menyebabkan pendingin mesin jebol, dan upaya menyalakan mesin gagal total.
Pada Sabtu (25/10/2025) pukul 03.00 WIB, kapal mulai miring akibat kebocoran di kamar mesin, dan hanya 30 menit kemudian kapal tenggelam sepenuhnya. Para awak kapal segera mengevakuasi diri menggunakan Life Raft, namun dalam proses penyelamatan itu Selamet Riyadi meninggal dunia. Karena cuaca ekstrem, jenazah tidak dapat dievakuasi dan tetap berada di atas Life Raft di dekat BG Mitra Makmur VIII.
Operasi Penyelamatan yang Dilakukan
Setelah menerima laporan darurat, Kansar Pangkalpinang segera mengirim satu tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Tanjung Pandan menuju lokasi kejadian. Operasi penyelamatan dilakukan oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Ditpolairud Polda Babel, Satpolairud Polres Belitung, KPLP Belitung, KSOP Belitung, serta personel Rescuer USS Tanjung Pandan, dengan menggunakan Kapal Nelayan KM Putra Bungsu Belitung.
Setibanya di lokasi, tim langsung mengevakuasi jenazah korban yang masih berada di atas Life Raft di sekitar BG Mitra Makmur VIII. Jenazah berhasil diangkat dan dibawa ke RSUD Tanjung Pandan untuk proses lebih lanjut.
Pernyataan dari Kepala Kantor SAR Pangkalpinang
Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, I Made Oka Astawa, menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh unsur gabungan yang terlibat dalam operasi penyelamatan tersebut.
“Alhamdulillah, kondisi cuaca saat proses evakuasi mendukung sehingga korban dapat segera kita evakuasi ke RSUD Tanjung Pandan. Para ABK yang selamat kini berada di atas BG Mitra Makmur VIII. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” ujar Oka.
Pentingnya Kewaspadaan Cuaca Ekstrem
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem di perairan Bangka Belitung, terutama bagi kapal-kapal penarik dan pengangkut yang kerap beroperasi di jalur laut terbuka.