Kapan Harga Bitcoin Tembus Rp 2 Miliar? Ini Prediksi Ahli

admin.aiotrade 05 Okt 2025 3 menit 32x dilihat
Kapan Harga Bitcoin Tembus Rp 2 Miliar? Ini Prediksi Ahli

Pergerakan Harga Bitcoin yang Menggembirakan

Harga Bitcoin (BTC) menutup pekan ini dengan kenaikan yang signifikan, setelah berhasil memperkuat posisi di level support penting. Pemulihan pasar kripto terus berlanjut, dengan harga Bitcoin mengalami kenaikan hampir 3 persen pada Jumat (3/10/2025), mencapai level tertinggi dua bulan sebesar 123.894 dollar AS atau sekitar Rp 2,1 miliar. Kenaikan ini memperpanjang tren pemulihan sebesar 14 persen dari titik terendah pekan lalu.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Selama minggu ini, Bitcoin kembali melewati kisaran harga 115.000–117.000 dollar AS (sekitar Rp 1,9 miliar), yang sebelumnya menjadi zona support utama pada awal kuartal ketiga. Dari sana, harga melonjak ke level krusial 120.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,98 miliar pada Kamis (2/10/2025).

Analisis dari Para Ahli Kripto

Analis kripto Rekt Capital menilai momentum ini sebagai tanda penguatan jangka menengah. Ia menyebut bahwa penutupan harian di atas 120.000 dollar AS dan pengujian ulang yang berhasil biasanya diikuti oleh pergerakan ke area resistensi 123.000 dollar AS. Pola ini sering mendahului pergerakan menuju level tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) di 124.474 dollar AS atau sekitar Rp 2 miliar.

Pengamat pasar Ted Pillows menambahkan bahwa zona 120.000–121.000 dollar AS kini menjadi kunci. Jika harga mampu bertahan di area ini, diperkirakan akan segera menembus rekor tertinggi. Ia juga menilai bahwa tekanan koreksi besar sudah mulai mereda. Berdasarkan data historis, Bitcoin cenderung mencapai titik terendah pada bulan September.

“Sejak 2016, BTC sudah tujuh kali mencapai titik terendah di bulan September. Artinya, level terendah sekitar 107.000 dollar AS kemungkinan menjadi dasar baru,” ujarnya seperti dikutip dari Trading View, Minggu (5/10/2025).

Prediksi Perkembangan Harga Bitcoin

Analis lain, Jelle, memprediksi bahwa fase penemuan harga akan berlanjut paling cepat pekan depan, selama level 120.000 dollar AS tetap menjadi support kuat. Ia juga menyoroti pola historis, di mana Bitcoin mencapai puncaknya 520 hari setelah peristiwa halving pada 2016, dan sekitar 550 hari setelah halving 2020.

Jika pola itu berulang, puncak seharusnya muncul sekitar September, artinya rekor tertinggi bulan Agustus menjadi puncak siklus tahun ini. Namun, Rekt Capital membuka kemungkinan lain. Ia memperkirakan puncak baru bisa terjadi pertengahan November.

“Dalam siklus empat tahun, fase pentingnya selalu terjadi di candle pertama. Secara historis, pola itu berulang,” ujarnya. “Jadi mungkin butuh dua minggu lagi, atau satu setengah hingga dua bulan. Setelah itu, saya kira kita sudah di ujung siklus,” kata dia.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Meskipun ada optimisme, para analis tetap memperhatikan risiko dan tantangan yang mungkin muncul. Pasar kripto masih sangat volatil, dan fluktuasi harga dapat terjadi kapan saja. Namun, dengan peningkatan volume perdagangan dan minat investor, potensi untuk pertumbuhan lebih lanjut tetap terbuka.

Para ahli menyarankan investor untuk tetap waspada dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi. Memantau perkembangan pasar secara berkala dan mengikuti berita terkini adalah langkah penting untuk mengambil keuntungan dari pergerakan harga yang mungkin terjadi.

Dengan semua faktor tersebut, tampaknya Bitcoin masih memiliki peluang besar untuk terus naik, meskipun prosesnya mungkin tidak selalu mulus. Investor yang bersabar dan bijak dalam mengelola risiko akan lebih mungkin sukses dalam menghadapi dinamika pasar kripto.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan