
Penutupan Sementara Jalur Pendakian Gunung Pulosari
Jalur pendakian Gunung Pulosari di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, secara resmi ditutup mulai tanggal 16 Oktober 2025. Penutupan ini berlaku untuk jalur yang melintasi Desa Cikoneng, Pandat, Cilentung, dan Pari, yang terletak di tiga kecamatan, yaitu Mandalawangi, Pulosari, dan Saketi.
Kepala Urusan Teknik Kehutanan BKPH Pandeglang, Yayat Hendrawiyatna, membenarkan bahwa jalur pendakian di Gunung Pulosari dinonaktifkan sementara. Ia menjelaskan bahwa keputusan ini bukan penutupan permanen, tetapi penonaktifan sementara hingga semua kepentingan dan agenda kawasan selesai.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Keputusan ini diambil setelah musyawarah antara masyarakat dan Perum Perhutani BKPH Pandeglang, yang digelar pada Jumat (17/10/2025). Semua kepala desa sudah sepakat. Begitu juga dengan aparat kepolisian dan perwakilan kecamatan," ujarnya.
Selama masa penutupan, pihak Perhutani akan melakukan evaluasi dan pemantauan menyeluruh terhadap kondisi jalur pendakian dan ekosistem di sekitarnya. Kegiatan tersebut akan melibatkan BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pandeglang guna memastikan langkah penataan kawasan berjalan sesuai kaidah konservasi.
“Sampai akhir Desember nanti, kami akan turun langsung memantau kondisi jalur, mengevaluasi dampak lingkungan, dan merumuskan langkah pengelolaan berikutnya,” ujar Yayat.
Kondisi Gunung Pulosari yang Mengkhawatirkan
Sekretaris Jenderal Majelis Mudzakaroh Muhtadi, Muhamad Sirojudin Alawi, menyebut bahwa penutupan ini merupakan bentuk kepedulian warga terhadap kondisi Gunung Pulosari yang semakin memprihatinkan. Menurutnya, selama jalur pendakian dibuka, tidak pernah ada evaluasi dari pengelola maupun Perhutani. Hal ini membuat warga khawatir.
"Keikhwalan warga semakin meningkat lantaran memasuki musim hujan yang berpotensi menimbulkan longsor di area pendakian," katanya, Sabtu (18/10/2025).
Ia juga mengingatkan agar KLH tidak gegabah membuka kembali jalur pendakian tanpa izin lingkungan dan tanpa mendengarkan aspirasi masyarakat. "Kalau kebijakan diambil sepihak, justru bisa memicu konflik baru," tegasnya.
Selain aspek lingkungan, warga juga menyoroti perilaku sebagian pendaki yang dianggap tidak menghormati kawasan sakral di sekitar area perkemahan.
Langkah-Langkah yang Dilakukan
Perhutani dan instansi terkait akan melakukan beberapa langkah dalam masa penutupan ini:
- Evaluasi kondisi jalur: Tim akan meninjau jalur pendakian untuk menilai kerusakan dan risiko yang mungkin terjadi.
- Pemantauan ekosistem: Pihak BPBD dan DLH akan mengamati kondisi lingkungan sekitar gunung untuk memastikan tidak ada gangguan ekologis.
- Komunikasi dengan masyarakat: Pihak Perhutani akan tetap berkoordinasi dengan warga setempat untuk memperoleh masukan dan aspirasi mereka.
Dengan penutupan ini, diharapkan dapat memberikan ruang bagi pihak yang bertanggung jawab untuk melakukan penataan dan perlindungan terhadap Gunung Pulosari.