Kapolri Bocorkan Identitas Pelaku Ledakan SMA 72 Jakarta, Teman Ungkap Sifatnya: Suka Video Horor

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 16x dilihat
Kapolri Bocorkan Identitas Pelaku Ledakan SMA 72 Jakarta, Teman Ungkap Sifatnya: Suka Video Horor

Dalang di Balik Ledakan di Masjid SMAN 72 Jakarta Terungkap

Sebuah peristiwa ledakan yang terjadi di masjid SMAN 72 Jakarta membuat publik heboh dan menimbulkan kegaduhan. Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah siswa menjadi korban dan harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami gangguan pendengaran. Terduga pelaku peledakan diketahui masih berusia 17 tahun, dan sosoknya akhir-akhir ini mulai terungkap.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo baru-baru ini mengungkap bahwa terduga pelaku merupakan siswa dari SMAN 72 Jakarta. Informasi ini didapatkan melalui pengakuan para siswa yang hadir di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih setelah peristiwa ledakan terjadi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pengakuan Para Siswa

Tiga orang siswa SMAN 72, yaitu K (17), R (16), dan M (17), memberikan keterangan mengenai peristiwa tersebut. Ketiganya sedang menjenguk teman-teman mereka yang menjadi korban ledakan di sekolah. K mengatakan bahwa dirinya dan rekan-rekannya menduga pelaku adalah siswa yang fotonya tersebar sedang berada di dekat senjata usai peristiwa ledakan terjadi.

Dugaan itu muncul karena siswa tersebut satu-satunya yang berada di dekat senjata. Meski begitu, ketiga siswa enggan mengungkap nama siswa yang dimaksud. K hanya menyebut bahwa terduga pelaku merupakan siswa kelas XII IPS. Ia mengenal siswa tersebut sejak TK dan mengatakan bahwa saat masih kecil, siswa tersebut cukup ceria dan sering bermain bersama. Namun, ketika sudah dewasa, siswa tersebut dikenal pendiam.

Puncak Bulan Bahasa

K mengungkapkan bahwa kakak kelasnya sempat bertanya tentang puncak peringatan Bulan Bahasa. Kebetulan, K memang bertugas sebagai pembawa acara tersebut pada 10 November 2025. "Dia nanya dua kali soal puncak bulan bahasa itu kapan kepada saya. Saat ditanya saya pun tak berpikir apa-apa. Cuma memberitahu kapan tanggalnya," kata dia.

Meski mengenal kakak kelasnya, K tidak tahu apakah siswa tersebut kerap menjadi sasaran perundungan. Sebab, ia tidak banyak kenal dekat dengan siswa kelas XII.

Korban Bully dan Suka Video Gore

Menurut siswa lain, R (16), mengaku sempat beberapa kali mendengar kabar bahwa terduga pelaku sering menerima perundungan dari kawan-kawan sekelasnya. "Selama ini dengar kalau dia pernah di-bully. Dia juga terkenal pendiam. Dia sering di kelas aja," kata R.

Berdasarkan kabar yang didengar R dari sejumlah kawan sekelas terduga pelaku, yang bersangkutan memiliki kebiasaan menonton video gore. Video gore merupakan genre video yang menampilkan kekerasan fisik. "Dia suka nonton video gore kalau kata temen-temennya," ungkap R.

Ledakan di Dalam Masjid

Menurut siswa lainnya, N (16), ledakan di sekolahnya terjadi saat shalat Jumat akan digelar. Tepatnya saat imam shalat sedang berkhutbah. M mendengar tiga dentuman saat peristiwa terjadi. Dentuman yang paling keras menurutnya dari dalam masjid. Lalu dua dentuman lainnya ada di sekitar masjid.

"Satu ledakan di masjid yang paling besar. Dua di sekitar masjid," kata M. Saat ledakan terjadi, M bersama R sedang berada di masjid. Namun, keduanya berada di sisi yang jauh dari ledakan yang terjadi di bagian tengah masjid. Meski begitu, M sempat mencium bau dari titik ledakan yang disebutnya seperti bau petasan.

"Menurut saya kayak petasan dimodifikasi. Asapnya sangat banyak. Baumya kayak petasan," ujar M. "Ledakan paling besar di tengah sebab korban paling parah yang saat ibadah itu ada di tengah masjid," tambahnya.

Peristiwa ledakan terjadi di area SMAN 72 Kelapa Gading, Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 12.15 WIB. Ledakan itu terjadi saat berlangsungnya shalat Jumat di masjid yang berada di area sekolah. Belum diketahui secara pasti penyebab ledakan itu. Sebanyak 55 korban sudah dilarikan ke RS Islam Jakarta dan RS Yarsi untuk mendapatkan tindakan medis.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan