Kapolri: Ledakan SMAN 72 Jakarta Jadi Pelajaran Bersama

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 14x dilihat
Kapolri: Ledakan SMAN 72 Jakarta Jadi Pelajaran Bersama


aiotrade, JAKARTA - Insiden ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, menarik perhatian masyarakat luas. Ledakan tersebut menyebabkan puluhan korban luka dan kini sedang dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian untuk mengungkap fakta-fakta terkait insiden ini. "Untuk Jakarta setelah ini saya akan mengecek," ujar Listyo saat ditemui usai menghadiri kegiatan 'Apel Ojol Kamtibmas Polda Jabar' di Lapangan Upakarti, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (8/11/205).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Listyo menjelaskan bahwa polisi telah mengetahui identitas terduga pelaku yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit. Namun, ia belum memberikan informasi lebih lanjut apakah terduga tersebut adalah siswa atau bukan. Penyelidikan lebih lanjut juga akan dilakukan oleh Polda Metro Jaya untuk mengungkap motif dari insiden ledakan yang terjadi saat salat Jumat.

"Sudah kami informasikan bahwa dugaan pelaku kami sudah tahu. Saat ini juga sudah sedang dirawat, kami sudah melakukan pemeriksaan-pemeriksaan, pendalaman nanti akan diumumkan secara resmi," jelasnya.

Jenderal bintang 4 itu meminta seluruh pihak untuk menjadikan insiden ini sebagai pembelajaran bersama. Ia berharap orang tua lebih waspada terhadap anak-anak mereka agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

"Yang jelas tim terus bekerja dan harapan kami tentunya peristiwa yang terjadi kita jaga untuk tidak terulang kembali. Kami sedang dalami motifnya. Sehingga kemudian ini menjadi pembelajaran bersama untuk di depan bisa kita hindari, untuk kita jaga anak-anak kita," ungkapnya.

Sebelumnya, salah satu siswa kelas XI SMAN 72 Jakarta, berinisial S, menyebut bahwa bom rakitan atau bom molotov yang ditemukan di masjid sekolah diduga dibawa oleh siswa yang sering di-bully atau dirundung oleh teman-temannya. "Saya menduga siswa ini ingin balas dendam dan bunuh diri. Tadi saya lihat ada tiga jenis bom dan hanya dua yang meledak," kata dia di Jakarta, dikutip dari aiotrade.

Ledakan terjadi saat khotbah Jumat selesai dan akan dilanjutkan dengan Ikamah. Saat itu, ada ledakan besar terjadi.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Lodewijk Freidrich Paulus menyatakan bahwa polisi akan memintai keterangan 20 korban ledakan di SMAN 72, Jakarta Utara. Hal tersebut dilakukan untuk mencari tahu tentang kronologi terjadinya ledakan dan apa penyebabnya.

"Yang jelas dari 20 orang ini, itu juga tentunya akan diinvestigasi oleh aparat kepolisian," kata Lodewijk kepada awak media saat meninjau lokasi ledakan di SMAN 72, Komplek TNI AL, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Lodewijk menjelaskan 20 orang tersebut mengalami luka-luka dan saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Dia menjelaskan seluruh korban merupakan murid dari SMAN 72. Beberapa di antaranya anak dari prajurit TNI AL yang tinggal di kawasan yang sama.

"Murid di sini termasuk ada empat orang putra putri dari TNI AL," ujarnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan