Kapolri Pastikan Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Masih Jalani Operasi

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 12x dilihat
Kapolri Pastikan Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Masih Jalani Operasi
Kapolri Pastikan Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Masih Jalani Operasi

Identifikasi Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Pihak kepolisian telah berhasil mengidentifikasi satu orang terduga pelaku ledakan yang terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih tertunda karena pelaku sedang menjalani operasi medis di rumah sakit. Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, menegaskan bahwa interogasi tidak dapat dilakukan sebelum kondisi kesehatan pelaku memungkinkan.

“Untuk terduga pelaku, saat ini sudah kita dapatkan. Anggota sedang melakukan pendalaman terkait identitas pelaku, lingkungan pelaku, termasuk rumah dan hal-hal lain yang saat ini sedang kami dalami. Tentunya informasi lebih lanjut akan kami sampaikan setelah tim gabungan dari Polda Metro Jaya dan Densus selesai melakukan pendalaman,” ujar Kapolri Listyo kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat malam.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kapolri menambahkan bahwa salah satu dari dua orang yang saat ini menjalani operasi merupakan terduga pelaku. Operasi medis ini dilakukan bersamaan dengan salah satu korban ledakan lainnya. Peristiwa ledakan terjadi pada Jumat siang pukul 12.15 WIB di Kompleks Perumahan TNI AL Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Satu dari yang saat ini menjalani operasi adalah terduga pelaku. Motifnya masih dalam pendalaman, dan berbagai informasi sedang dikumpulkan agar nantinya bisa disampaikan secara jelas kepada publik,” kata Listyo.

Penanganan Korban dan Proses Penyelidikan

Kepolisian masih mengkaji semua bukti dan informasi terkait, termasuk lingkungan sosial pelaku, guna mendapatkan gambaran utuh mengenai latar belakang dan motif ledakan tersebut. Akibat ledakan, puluhan orang mengalami luka-luka. Namun, sebagian besar korban telah mendapatkan perawatan dan diperbolehkan pulang secara bertahap.

Kapolri menekankan bahwa tidak ada korban jiwa akibat insiden tersebut. “Awalnya jumlah korban luka-luka sekitar 50 atau 60 orang, tetapi saat ini, Alhamdulillah, sudah dibuatkan posko, dan korban sudah berangsur-angsur pulang,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan sejumlah barang yang menjadi petunjuk penting. Kapolri menyebut adanya senjata mainan serta tulisan-tulisan yang kemungkinan terkait dengan motif pelaku.

“Temuan ini menjadi bagian dari pendalaman motif bagaimana yang bersangkutan merakit dan melaksanakan aksinya. Semua akan kami jelaskan setelah informasi dan hasil penyelidikan lengkap,” kata Listyo.

Langkah Pemeriksaan Lebih Mendalam

Tim gabungan dari Polda Metro Jaya dan Densus terus melakukan pemeriksaan lebih mendalam, termasuk menelusuri latar belakang pendidikan, lingkungan pertemanan, dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Langkah ini dilakukan agar polisi mendapatkan gambaran menyeluruh dan bisa mencegah kejadian serupa di masa depan.

Kapolri menegaskan bahwa seluruh proses penyelidikan dilakukan secara profesional, dengan prioritas pada keselamatan masyarakat dan transparansi informasi. Polda Metro Jaya juga menyiapkan posko pelayanan untuk memantau kondisi korban dan memastikan korban mendapatkan pendampingan medis dan psikologis yang dibutuhkan.

Dengan langkah-langkah ini, pihak kepolisian berharap dapat mengungkap motif ledakan secara tuntas, mengantisipasi risiko serupa, dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga Jakarta. Penanganan insiden ini menunjukkan koordinasi antara aparat hukum, medis, dan masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan