
Penyelidikan Motif Terduga Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara
Kepolisian Republik Indonesia sedang melakukan penyelidikan menyeluruh terkait kejadian ledakan yang terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta Utara. Terduga pelaku, yang diketahui merupakan seorang siswa sekolah, kini tengah menjalani perawatan medis setelah mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Kapolri Listyo Sigit mengungkapkan bahwa pihaknya sedang memperdalam motif dari tindakan terduga pelaku. "Apakah dia ikut faham tertentu, apakah terpapar suatu konten, atau mungkin juga hal-hal lain yang membuat dia tertarik?" ujarnya saat meninjau para korban di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih (RS Yarsi), Jakarta Pusat, pada Sabtu 8 November 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dari lokasi kejadian, polisi menemukan dua senjata mainan. Benda-benda tersebut terdiri dari satu senjata laras panjang dan satu pistol. Berdasarkan foto yang diperoleh Kantor Berita Antara, tulisan pada bagian laras benda mirip senjata api itu antara lain "14 Words. For Agartha" dan "Brenton Tarrant. Welcome to Hell." Brenton Tarrant dikenal sebagai pelaku penembakan massal di Christchurch, Selandia Baru, pada 15 Maret 2019.
Menurut Kapolri, penyidik masih menelusuri berbagai kemungkinan motif di balik peristiwa tersebut. "Juga kaitannya dengan apa yang menjadi alasan untuk melakukan itu semuanya sedang didalami," katanya.
Selain itu, keluarga terduga pelaku tengah diperiksa untuk mengumpulkan fakta-fakta yang dapat membantu penyelidikan. "Kami melakukan pemeriksaan terhadap media sosial, dengan keluarga untuk mengumpulkan semuanya," tuturnya.
Polri juga menindaklanjuti kabar bahwa pelaku merupakan korban perundungan di sekolah. "Itu salah satu yang kami kumpulkan terkait bagian dari upaya mengungkap motif," ujarnya.
Kondisi terduga pelaku dilaporkan berangsur membaik setelah menjalani perawatan intensif. "Yang jelas, terduga pelaku kondisinya semakin membaik dan mudah-mudahan akan juga mempermudah kita nanti pada waktunya apabila kita butuhkan," kata Sigit.
Jumlah Korban dan Proses Pemulihan
Total korban akibat ledakan di SMAN 72 mencapai 96 orang. Dari jumlah tersebut, 29 orang masih menjalani perawatan di tiga rumah sakit, sementara sisanya telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.
"Pascakejadian, saat ini yang masih dirawat di Rumah Sakit Islam Cikini ada 14, kemudian di (RS) Yarsi 14, dan satu lagi di (RS) Pertamina, sehingga total yang masih dirawat kurang lebih 29 dari 96. Sisanya kemarin sudah bisa pulang dan dilaksanakan rawat jalan," tuturnya.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolri menyampaikan bahwa Polri bersama sejumlah pihak akan membangun pusat trauma healing di lingkungan sekolah. Program pemulihan psikologis ini akan melibatkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) serta para psikolog guna memastikan kondisi mental para siswa dapat kembali stabil.
Temuan Barang Bukti dan Penggeledahan
Aparat kepolisian menemukan serbuk saat melakukan penggeledahan rumah terduga pelaku peledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Jumat 7 November 2025. "Terdapat sejumlah barang bukti yang disita polisi dari hasil penggeledahan itu. Salah satunya adalah serbuk yang diduga dijadikan pemicu ledakan di SMAN 72 Jakarta," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto di Polda Metro Jaya, Sabtu 8 November 2025.
Meski begitu, Budi belum mau memastikan serbuk itu benar-benar yang digunakan menjadi bahan peledak atau tidak. "Untuk barang bukti tadi serbuk. Nanti kita sampaikan secara lengkap oleh Puslabfor. Karena memang secara investigasi ilmiah (scientific investigation), pelaksanaan pengolahan barang bukti ini kewenangan di Puslabfor. Merekalah yang memiliki keahlian di dalam hal ini," ujarnya.
Penggeledahan ini merupakan salah satu rangkaian penyelidikan terkait kasus peledakan di SMAN 72 Jakarta. Selain itu, penggeledahan dilakukan untuk menemukan persesuaian barang bukti dengan yang ditemukan di TKP.
Bantuan untuk Korban
Pada hari yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul turut meninjau para korban di Rumah Sakit Yarsi. Kepada para korban, Gus Ipul memastikan akan memberikan bantuan. "Dari kami tentu ada tiga (jenis bantuan). Pertama, perlindungan dan jaminan sosialnya, maka termasuk dari soal biaya, pengobatan, segala macam, pasti ini akan ditanggung oleh pemerintah," katanya.
Kedua, Kemensos juga akan memberikan bantuan berupa rehabilitasi medis dan sosial. Setelah itu, akan dilakukan asesmen terhadap para korban untuk mendapat bantuan pemberdayaan. Pendamping akan melakukan asesmen, kemudian memberikan dukungan yang diperlukan.
Layanan Pendampingan Psikologis
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengatakan, Kemendikdasmen akan menyiapkan layanan pendampingan psikologis bagi siswa, guru, dan warga sekolah lainnya guna memastikan kondisi mental dan emosional tetap terjaga. Langkah ini sebagai bagian dari pemulihan pascakejadian.
“Kemendikdasmen terus berkomitmen menjaga keamanan, keselamatan, dan keberlanjutan kegiatan pendidikan, serta memastikan dukungan penuh bagi seluruh warga sekolah dalam proses pemulihan,” kata Atip.