
Penjelasan Kapolri Mengenai Ledakan di Masjid SMA Negeri 72 Jakarta
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya memberikan pernyataan resmi mengenai kasus ledakan yang terjadi di Masjid SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025). Dalam kesempatan tersebut, ia menyatakan bahwa pihak kepolisian telah berhasil mengidentifikasi terduga pelaku kejadian tersebut.
“Terduga pelaku saat ini sudah kita dapatkan. Anggota sedang melakukan pendalaman terkait dengan identitas pelaku, lingkungan, termasuk rumah dan hal-hal lain yang saat ini masih ditelusuri,” ujar Listyo di Kompleks Istana Presiden, Jumat sore.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Tim Gabungan Melakukan Penyelidikan
Penyelidikan kasus ini dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Polda Metro Jaya dan Densus 88 Antiteror Polri. Menurut Kapolri, tim tersebut sedang mendalami berbagai aspek terkait latar belakang dan motif aksi terduga pelaku.
“Tentunya nanti akan diinformasikan lebih lanjut setelah tim gabungan melaksanakan pendalaman-pendalaman,” katanya.
Polisi masih menelusuri berbagai kemungkinan motif di balik peristiwa yang mengguncang kawasan pendidikan di kompleks TNI AL Kodamar tersebut.
“Untuk motif saat ini memang sedang kita dalami berbagai macam informasi. Semua akan dikumpulkan supaya menjadi satu kesimpulan yang bulat,” tegas Listyo.
Temuan Senjata di Lokasi Kejadian
Terkait temuan senjata di lokasi kejadian, Listyo menyatakan bahwa itu merupakan senjata mainan. Pada senjata tersebut terdapat tulisan-tulisan yang juga bakal didalami oleh kepolisian untuk menyelidiki motif terduga pelaku.
"Kita temukan jenis senjatanya, senjata mainan. Ada tulisan-tulisan tertentu dan itu juga menjadi bagian yang kita dalami untuk mendalami motif, termasuk bagaimana yang bersangkutan kemudian merakit dan kemudian melaksanakan aksinya," ungkapnya.
Nantinya jika semua informasi sudah lengkap, peristiwa ini akan dijelaskan secara menyeluruh.
"Semuanya akan kita jelaskan setelah semua informasi-informasi, temuan-temuan di lapangan, hasil penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut lengkap," terang Kapolri.
Pernyataan Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
Sebelumnya, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam), Lodewijk Freidrich Paulus, juga menyatakan bahwa gambar senjata yang beredar dalam kasus ini adalah senjata mainan.
"Ada gambar itu, tapi ternyata senjata mainan. Bukan senjata beneran, setelah kami cek itu senjata mainan," ujar Lodewijk kepada wartawan di lokasi kejadian, Jumat.
Foto yang beredar menunjukkan dua senjata tergeletak di dekat seseorang yang terluka di sekitar masjid. Temuan ini sempat memicu spekulasi publik soal keterkaitannya dengan ledakan yang terjadi pada saat salat Jumat berlangsung.
Keterangan Siswa
Seorang siswa kelas XI SMAN 72 Jakarta, Farel, menyebut bahwa suara ledakan terdengar tepat ketika khatib sedang menyampaikan ceramah salat Jumat.
Ledakan itu berasal dari bagian dalam masjid yang berada di area sekolah.
“Itu ledakannya pas ada orang ceramah,” ucapnya, Jumat.
Sejumlah siswa dan guru yang berada di sekitar lokasi langsung berhamburan keluar menyelamatkan diri. Tak lama setelah kejadian, aparat kepolisian dan TNI tiba di lokasi dan langsung memasang garis pembatas di sekitar masjid.