Kapolri Tanggapi Kasus Siswa SMAN 72 Jakarta yang Diduga Jadi Korban Bully, 54 Orang Luka

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 17x dilihat
Kapolri Tanggapi Kasus Siswa SMAN 72 Jakarta yang Diduga Jadi Korban Bully, 54 Orang Luka
Kapolri Tanggapi Kasus Siswa SMAN 72 Jakarta yang Diduga Jadi Korban Bully, 54 Orang Luka

Kapolri Tanggapi Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pernyataan terkait ledakan yang terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta, pada Jumat (7/11/2025). Insiden ini menimbulkan sebanyak 54 korban luka-luka. Saat ini, pelaku masih menjalani operasi medis.

Pelaku inisial FN merupakan siswa dari sekolah tersebut. Diketahui bahwa FN sempat mengalami perundungan selama bersekolah. "Salah satu korban sedang menjalani operasi, motifnya masih dalam proses penyelidikan," ujar Jenderal Listyo.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sebelum kejadian, keseharian terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta diungkap oleh sesama siswa. Z menjadi saksi dan menyebut bahwa pelaku inisial FN adalah seorang pelajar kelas XII. FN diduga melakukan aksinya saat ibadah Salat Jumat di Masjid SMAN 72 Jakarta pada Jumat (7/11/2025).

Setelah insiden, foto FN viral di media sosial. Z mengakui bahwa itu adalah pelajar yang ia kenal. Ia mengenali FN sebagai korban bullying. Korban bullying biasanya mengalami tindakan intimidasi, kekerasan verbal, fisik, sosial, atau digital secara berulang dari orang lain yang memiliki kekuasaan atau pengaruh lebih besar.

“Awalnya, dibully di sekolah,” kata Z, ditemui di lokasi pada Jumat (7/11/2025). Ia mensinyalir bahwa FN tidak kuat menghadapi bullying hingga akhirnya melakukan perbuatan tersebut. Pelaku ingin membalas dendam kepada para pelaku perundungan.

Menurut Z, sebelum kejadian, pelaku sering terlihat sendiri. “Dia selalu sendiri kemana-mana, terus pakai jas putih,” ujarnya. Pada saat kejadian, Z mengaku tidak melihat pelaku. Ia juga menyebut bahwa siswa kelas XII sedang libur. “Jadi dia ada kesempatan ngerancangin. Dia di belakang sekolah, tempat-tempat sampah,” katanya.

54 Orang Jadi Korban

Sedikitnya dilaporkan 54 orang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut, sebagian di antaranya merupakan siswa dan petugas sekolah. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri mengatakan pihaknya sudah melakukan pengecekan secara langsung di tempat kejadian.

“Membenarkan pihak kita bahwa benar terjadi ledakan di lingkungan SMA 72 Jakarta. Langkah-langkah dilakukan, olah TKP, police line, sterilisasi gegana brimob polda,” katanya kepada wartawan.

“Sekarang kira-kira ada di RS Islam Jakarta, membuat posko di Rumah Sakit Yarsi, guna membantu keluarga korban, anak-anak yang sedang dirawat.”

“Data yang kita terima, 54 orang luka ringan sedang, ada yang sudah pulang sementara itu dulu perkembangan lebih lanjut diinfokan lagi,” tuturnya.

Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan penyelidikan mendalam, hingga menemukan benda misterius yang diduga berkaitan dengan senjata api di sekitar area masjid. Tim Gegana Brimob Polri pun dikerahkan untuk memastikan keamanan dan menelusuri sumber ledakan yang hingga kini masih menjadi tanda tanya.

Para korban luka akibat ledakan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat dan beberapa dibawa ke unit kesehatan sekolah. Dari informasi jurnalis Nizar di Kompas TV, menyebutkan ledakan diduga berasal dari sound system masjid. Selain itu, kata Nizar, dari penggeledahan polisi ditemukan senjata api rakitan di dekat sound system yang meledak.

Saat ini Tim Gegana Polda Metro Jaya sudah berada di lokasi kejadian. Polisi juga sudah memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian. Sebagai informasi, SMAN 72 berada di dalam komplek TNI AL Kodamar.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan