
Penyidik Bareskrim Polri Perkuat Pembuktian dalam Kasus TPPU Kayu Gelondongan
Bareskrim Polri terus memperdalam penyelidikan terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang muncul dari temuan kayu gelondongan saat banjir bandang di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Koordinasi intensif dilakukan dengan Kejaksaan Agung untuk memastikan proses penuntutan berjalan lebih efektif dan transparan.
Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Mohammad Irhamni, menjelaskan bahwa penyidik telah mengikuti arahan pimpinan dan Jaksa Agung dengan melibatkan jaksa peneliti sejak awal penanganan perkara. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat pembuktian dan mempermudah proses penuntutan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Koordinasi dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, dengan titik berat penanganan perkara di Tapanuli Selatan,” ujar Irhamni di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (16/12/2025).
Irhamni menegaskan bahwa pemerintah memberikan dukungan penuh karena perkara ini dikategorikan sebagai tindak pidana luar biasa. Hal ini termasuk penerapan pasal-pasal tegas seperti TPPU dan pertanggungjawaban pidana korporasi.
“Pak Direktur sudah membawa rekan-rekan jaksa peneliti agar sejak awal mengetahui fakta-fakta di lapangan sehingga nantinya mempermudah proses penuntutan,” ucap dia.
“Kami menerapkan pasal-pasal yang tegas, termasuk ancaman pidana seumur hidup, tindak pidana pencucian uang, serta pertanggungjawaban pidana baik perorangan maupun korporasi,” sambungnya.
Temuan Kayu Gelondongan Mengarah pada Investigasi Baru
Temuan kayu gelondongan yang berserakan di area banjir bandang Sumatera kembali memicu arah baru dalam penyelidikan penyebab parahnya bencana tersebut. Kayu gelondongan terlihat di lokasi banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, hingga Kota Sibolga.
Warga setempat sempat merekam sebuah video yang kemudian viral di media sosial. Dalam video itu terlihat gelondongan kayu terbawa arus banjir di Jembatan Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan.
Dari pemeriksaan awal di lapangan, sejumlah batang kayu ditemukan memiliki bekas potongan chainsaw atau gergaji mesin. Temuan ini mengindikasikan adanya aktivitas pemotongan sebelum kayu-kayu itu terseret arus.
Para petugas yang memeriksa di lokasi menilai jejak potongan itu dapat membantu memetakan alur pergerakan gelondongan kayu, dari hulu hingga titik bencana.
Saat ini tim gabungan masih mengumpulkan sampel kayu, mengidentifikasi jenisnya, dan membandingkan pola potongan dengan alat yang diduga digunakan.
Kerja Sama Antara Polri dan Kementerian Kehutanan
Polri bersama Kementerian Kehutanan serta Satgas Penertiban Kawasan Hutan bergerak bersama untuk mengusut gelondongan kayu yang terbawa banjir bandang. Tim disebut bergerak dari hulu ke hilir untuk menelusuri asal-usul kayu tersebut.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya telah melakukan investigasi awal terhadap kayu-kayu tersebut. “Jadi yang jelas dari temuan tim di lapangan ada berbagai jenis kayu kita dapati ada beberapa terdapat bekas potongan dari chainsaw, itu yang akan kita dalami,” ujarnya di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis 4/12/2025.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa hutan-hutan yang gundul akan direhabilitasi dan direkonstruksi. Wilayah yang terdampak bencana serta area hutan terbuka telah diidentifikasi melalui drone dan sistem identifikasi kayu otomatis AIKO.
Sampel-sampel kayu masih diteliti hingga kini. Raja Juli menyampaikan belum ada perusahaan yang masuk tahap pemeriksaan, tetapi sejumlah subjek hukum yang mungkin terlibat sudah teridentifikasi.
Tim gabungan yang dibentuk Polri dan Kementerian Kehutanan juga turun ke Daerah Aliran Sungai Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Menteri Raja Juli menjelaskan polisi telah mendatangi dua daerah yakni Garuga dan Aek Ngadol yang berada dalam satu aliran sungai.
Penemuan Kayu Gelondongan Memicu Dugaan Pembalakan Liar
Penemuan kayu gelondongan di tengah banjir Sumatera memicu dugaan kuat adanya praktik pembalakan liar. Kayu-kayu itu ditemukan hanyut bersama arus banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan bekas potongan gergaji mesin.
Pemerintah dan Polri kini melakukan investigasi mendalam untuk memastikan penyebab serta pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan hutan di wilayah tersebut.