
Tindakan Tegas Disdik Muratara Terhadap Kasus Perundungan
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mengambil langkah tegas terhadap kasus perundungan yang melibatkan seorang siswi SMP Negeri Karang Jaya. Dalam rapat lintas sektoral yang diadakan Senin (20/10/2025), Disdik resmi memutuskan untuk mengeluarkan HR, siswa kelas VIII yang menjadi pelaku utama perundungan terhadap rekan sekelasnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala Disdik Muratara, Zazili, menjelaskan bahwa keputusan ini bukan hanya bentuk hukuman, tetapi juga langkah penting untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan masa depan kedua belah pihak — baik korban maupun pelaku. Ia menekankan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kondisi psikologis peserta didik dan reaksi masyarakat.
“Identitas pelaku sudah diketahui luas, sehingga sulit baginya untuk beradaptasi jika tetap bersekolah di SMPN Karang Jaya,” ujar Zazili.
Keputusan tersebut merujuk pada Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan, khususnya Pasal 60 ayat (3) dan (4) huruf a, yang memberikan ruang bagi sekolah untuk mengambil langkah tegas dalam menjaga keamanan lingkungan belajar.
Zazili menambahkan bahwa faktor sosial juga menjadi pertimbangan penting. Ia khawatir jika pelaku tetap di sekolah, bisa memicu tindakan anarkis dari masyarakat yang marah melihat kejadian itu. Tujuannya adalah untuk melindungi semua pihak.
Selain HR, siswa lain yang berada di lokasi kejadian dan tidak berupaya melerai juga akan dijatuhi sanksi sesuai tingkat keterlibatan masing-masing. Sanksi yang diberikan bisa ringan, sedang, hingga berat, setelah hasil investigasi lanjutan keluar.
Meski begitu, Disdik tetap membuka ruang penyelesaian secara kekeluargaan antara kedua pihak. Zazili menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambil berlandaskan prinsip pendidikan yang berkeadilan dan berorientasi pada pemulihan, bukan hanya penghukuman.
“Kami ingin memastikan lingkungan sekolah tetap aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak. Setiap langkah yang diambil adalah untuk kebaikan masa depan peserta didik,” jelasnya.
Langkah-Langkah yang Diambil Disdik Muratara
-
Pemutusan Hubungan Sekolah:
Pelaku utama perundungan, HR, dikeluarkan dari sekolah sebagai tindakan tegas. Keputusan ini diambil untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah. -
Penanganan Siswa Lain yang Terlibat:
Siswa yang berada di lokasi kejadian dan tidak berupaya melerai juga akan diberi sanksi. Tingkat sanksi ditentukan berdasarkan hasil investigasi lanjutan. -
Pemenuhan Aspek Psikologis:
Disdik mempertimbangkan kondisi psikologis korban dan pelaku dalam mengambil keputusan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua pihak mendapatkan perlindungan dan dukungan. -
Kerja Sama dengan Masyarakat:
Disdik juga memperhatikan reaksi masyarakat terhadap kejadian perundungan. Tujuannya adalah untuk mencegah kemungkinan tindakan anarkis yang bisa terjadi. -
Pemulihan dan Pendidikan Berkeadilan:
Meskipun ada sanksi, Disdik tetap membuka ruang untuk penyelesaian secara kekeluargaan. Keputusan yang diambil berlandaskan prinsip pendidikan yang berkeadilan dan berorientasi pada pemulihan.
Pentingnya Lingkungan Sekolah yang Aman dan Ramah
Lingkungan sekolah yang aman dan ramah sangat penting dalam proses tumbuh kembang anak. Disdik Muratara berkomitmen untuk menciptakan suasana yang mendukung perkembangan positif peserta didik. Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa dan memberikan rasa nyaman bagi seluruh komunitas sekolah.
Kesimpulan
Langkah tegas yang diambil oleh Disdik Muratara terhadap kasus perundungan menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah. Selain itu, keputusan ini juga menekankan pentingnya pendidikan yang berkeadilan dan berorientasi pada pemulihan. Dengan demikian, diharapkan dapat memberikan contoh positif bagi siswa dan masyarakat luas.