Kasus Salah Tangkap di Deli Serdang, Ketua Nasdem Sumut Dikira Pelaku Judi Online, Polda Minta Maaf

admin.aiotrade 17 Okt 2025 4 menit 23x dilihat
Kasus Salah Tangkap di Deli Serdang, Ketua Nasdem Sumut Dikira Pelaku Judi Online, Polda Minta Maaf
Kasus Salah Tangkap di Deli Serdang, Ketua Nasdem Sumut Dikira Pelaku Judi Online, Polda Minta Maaf

Insiden Salah Tangkap di Bandara Kualanamu yang Mengundang Perhatian Publik

Insiden salah tangkap yang terjadi di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, pada Rabu malam (15/10/2025), menarik perhatian publik. Kejadian ini melibatkan aparat kepolisian dari Polrestabes Medan yang sedang melakukan penyelidikan terhadap seorang pelaku kejahatan siber.

Peristiwa bermula ketika aparat kepolisian menerima informasi bahwa seorang terduga pelaku judi online dan scamming akan melarikan diri ke Jakarta menggunakan pesawat dari Bandara Kualanamu. Berdasarkan hasil penelusuran cepat, nama yang tertera dalam manifest penerbangan identik dengan identitas target operasi. Namun, ternyata terduga pelaku yang dicurigai adalah salah target.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Polda Sumatera Utara (Sumut) akhirnya angkat bicara terkait dugaan salah tangkap yang melibatkan personel Polrestabes Medan di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (15/10/2025) malam, ketika ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Sumut, Iskandar, diturunkan dari pesawat oleh petugas Aviation Security (Avsec) atas permintaan aparat kepolisian. Iskandar saat itu hendak terbang menuju Jakarta melalui rute Kualanamu–Soekarno Hatta.

Ia kemudian dibawa keluar pesawat lantaran diduga sebagai pelaku judi online dan scamming. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa terjadi kekeliruan identitas. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, menjelaskan bahwa personel Polrestabes Medan memang tengah melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap seorang terduga pelaku judi online yang hendak kabur meninggalkan Sumatera Utara.

Ferry menegaskan bahwa saat ini pihak kepolisian telah melakukan klarifikasi dan memastikan kesalahpahaman tersebut tidak berlanjut. Polisi juga akan mengevaluasi prosedur penyelidikan di lapangan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Namun karena polisi tak bisa masuk ke dalam, sehingga berkoordinasi dengan pihak bandara dengan memberitahukan identitas. "Jadi sebenarnya anggota Polrestabes saat ini lagi menangani kasus scamming dan judol. Jadi kan scamming dan judi online salah satu kunci dari keberhasil itu adalah kecepatan. Semuanya harus cepat, ternyata di salah satu yang dicari yang terlibat itu identitasnya mirip dengan hasil dengan manifest," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan, Kamis (16/10/2025).

"Iya, seperti itu (dengan Iskandar). Habis itu, anggota Polrestabes karena tidak boleh masuk di front itu kan ViP, kan kita tidak boleh, kita minta bantuan avsec, itu dalam rangka mengidentifikasi atau melakukan profil, mencocokkan informasi. Ternyata tidak cocok," sambungnya.

Mengenai personel Polrestabes Medan disebut-sebut membawa surat perintah penangkapan, Ferry menyebut merupakan surat tugas. Polda Sumut pun menyampaikan permohonan maaf karena dugaan salah tangkap. Ternyata Iskandar yang mereka kejar, Iskandar ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (Nasdem), bukan Iskandar judol maupun scamming.

"Tidak diapa apakan, itu surat perintah bukan surat perintah penangkapan, tapi surat perintah tugas anggota yang lagi menangani, bukan nangkap. Tapi kami dari pihak kepolisian, kita minta maaf jika ternyata ada ketidaknyamanan atau ketersinggungan dari yang bersangkutan atau pihak pihak lain, kita minta maaf."

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPD NasDem Sumut, Iskandar ST mengaku jadi korban salah tangkap petugas kepolisian saat berada di dalam pesawat Garuda Indonesia, Kamis (15/10/2025) malam. Dia pun terpaksa diturunkan dari pesawat karena tuduhan sebagai pelaku judi online. Namun, ternyata tuduhan itu tak terbukti.

Kepada tribun-medan, Iskandar menceritakan saat itu, dia hendak terbang dengan nomor penerbangan GA 193 rute Bandara Kualanamu-Soekarno Hatta. "Sempat diamankan sementara di dalam pesawat Garuda Indonesia dan disuruh turun," ungkap Iskandar, Kamis (16/10/2025).

Iskandar menjelaskan jam penerbangan pukul 19.25 WIB. Seluruh penumpang sudah berada di dalam pesawat dan persiapan untuk lepas landas. Lalu, datang sejumlah orang mengaku polisi berpakaian preman, bersama Avsec Bandara Kualanamu dan kru pesawat. Iskandar mengungkapkan bahwa petugas kepolisian itu, akan melakukan penangkapan terhadap seorang pelaku Judi Online yang kebetulan namanya sama, yakni Iskandar.

"Jadi, oknum polisi melakukan salah tangkap. Di dalam pesawat avsec dan kru Garuda. Polisi beberapa orang di garbarata setelah tau salah, langsung pergi bahkan yang pakaian preman tak ada yang ngaku sebagai polisi. Anehnya, ada surat penangkapannya," sebut Iskandar ST.

Iskandar menduga bahwa polisi diduga salah tangkap itu, berasal dari Polrestabes Medan. Karena dia sempat ditunjukkan surat penangkapan. "Benar, informasi dari Polrestabes Medan coba dicrosscheck," katanya.

Selain dilakukan pemeriksaan sementara, Iskandar mengaku dirinya sempat diturunkan dari pesawat. Sehingga penerbangan juga sempat delay. "Hanya karena sama nama Iskandar (jadi target penangkapan) dan sempat diturunkan (dari pesawat)," kata Iskandar.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan