
Kasus Siswi SD Diduga Bunuh Ibu Kandung Masih Menimbulkan Keraguan
Kasus seorang siswi SD berusia 12 tahun, SAS (nama samaran), yang diduga membunuh ibu kandungnya masih menjadi perhatian masyarakat. Banyak orang meragukan kemungkinan anak usia tersebut melakukan tindakan kekerasan terhadap ibunya. Terlebih lagi, ada dugaan bahwa tindakan SAS dilakukan karena kesal atas marahannya sang ibu terhadap kakaknya.
Adik korban, Dimas, memberikan penjelasan tentang kronologi kejadian yang sebenarnya. Menurutnya, suami Faizah Soraya, Alham, tidak menyampaikan informasi lengkap saat menelepon rumah sakit. Dia disebut berbohong mengenai kondisi istri dan putrinya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Dimas, kejadian pembunuhan terjadi sejak pukul 03.00 WIB. Namun, ambulan tidak datang hingga pukul 04.30 WIB. Saat itu, Alham hanya menghubungi Rumah Sakit Colombia dan menyatakan bahwa Faizah mengalami pendarahan, bukan luka tusuk.
"Yang masih didalamin polisi dari waktu pukul 03.00 WIB sampai Ambulan kok tidak ada panggil tetangga atau apa," ujar Dimas dalam wawancara dengan TribunnewsBogor.com, Selasa (16/12/2025).
Kejanggalan dalam Pemanggilan Rumah Sakit
Dimas menilai aneh bahwa Alham tidak meminta bantuan dari tetangga. Menurutnya, rumah sakit yang dekat lebih mudah dijangkau daripada rumah sakit jauh seperti Colombia.
"Rumah sakit banyak yang dekat. Makanya yang sedang di dalamin dari pukul 3 pagi sampai ambulan datang mereka dirumah ngapain kenapa gak ada panggil tetangga atau minta tolong malah nunggu ambulan dari Colombia," katanya.
Ambulan dari Rumah Sakit Colombia baru tiba pada pukul 04.30 WIB. Berdasarkan pengakuan sopir ambulan, saat pertama kali tiba, Faizah masih bernyawa. Namun, pihak ambulan menolak membawa korban karena mendapatkan informasi adanya pendarahan, bukan penyerangan atau penikaman.
Setelah dinyatakan meninggal, korban diangkat ke tempat tidur. Dimas dan keluarga merasa janggal terhadap empat hal:
-
Apakah korban tidak melawan anaknya sendiri dan berteriak?
Jika korban benar-benar dibunuh oleh anaknya, maka dia pasti akan berusaha melawan. -
Rentang waktu dari pukul 03.00 WIB hingga 04.30 WIB.
Apakah tidak ada permintaan bantuan dari warga setempat? -
Luka korban.
Penikaman lebih dari 20 tusukan di punggung, perut, tangan, kaki, dan kepala korban. -
Kondisi SAS.
Tidak ada luka sama sekali di tubuh SAS. Justru luka terdapat di tangan kakaknya.
Penyelidikan Polisi Belum Temui Titik Terang
Kasus ini belum menemui titik terang. Faizah ditemukan tewas dalam kamar lantai satu rumahnya, Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Sumatera Utara, pada Rabu (10/12/2025). Ia adalah ibu dari dua anak. Putri pertama sudah duduk di SMA, sedangkan bungsu masih sekolah kelas 6 SD.
Suami Faizah, Alham, memberi keterangan kepada tetangga dan kepala lingkungan bahwa ibu tewas dibunuh oleh anak bungsunya. Untuk mendalami kasus ini, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn menyatakan bahwa polisi sedang melakukan penyidikan dan penyelidikan lanjutan.
Beberapa hari lalu, polisi menggelar pra rekonstruksi kedua di TKP. "Ada 43 adegan yang tadi kita lakukan pra rekonstruksi. Mudah-mudahan ini lebih menyempurnakan proses penyidikan dan proses penyelidikan lanjutan yang kami laksanakan," katanya.
Selain itu, polisi juga melakukan penggeledahan dan menemukan sejumlah barang yang dicurigai berkaitan dengan kematian Faizah. "Ada beberapa barang yang kami bawa untuk didalami. Tim masih melakukan proses penyelidikan lanjutan dan proses penyidikan lanjutan sambil menunggu hasil pemeriksaan assesment psikolog anak berhadapan dengan hukum," katanya.
Meski sudah menjalani proses penyidikan, Jean tidak mengungkap sosok tersangka dalam kasus ini.
Motif Masih Didalami
Banyak pihak ragu jika tindakan tersebut dilakukan SAS (12), pelaku. Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKPB Bayu Putro Wijayanto mengatakan SAS masih dalam kondisi trauma. "Pelaku masih kami periksa karena anak kecil, masih trauma," katanya.
Polisi juga masih mendalami keterangan untuk mengungkap motif siswi kelas 6 SD bunuh ibu kandungnya tersebut. "Motif dan lainnya masih didalami," katanya.
Selain SAS, polisi juga memeriksa kakak dan ayah pelaku. "Selain dia, kakak dan ayahnya juga sudah diperiksa," katanya.
Diketahui, Kepala Lingkungan V Tanjung Rejo, Tono, bercerita pertama kali mendapat laporan, dia melihat Faizah Soraya sudah tergeletak di kamar lantai satu rumahnya, Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Sumatera Utara, Rabu (10/12/2025). "Di atas kasur," katanya.
Ia mengatakan saat itu kondisi SAS hanya terdiam. "Adiknya terduduk saja di sofa ruang tamu," katanya. Sedangkan kakak pelaku, mengalami luka. "Kondisi kakaknya waktu itu jari-jarinya luka," katanya. Sementara suami korban sekaligus ayah pelaku, Alham tak berhenti menangis.