Kata Bahli Soal SPBU Swasta: Adukan Investasi Migas ke BKPM

admin.aiotrade 10 Okt 2025 3 menit 31x dilihat
Kata Bahli Soal SPBU Swasta: Adukan Investasi Migas ke BKPM

Komentar Menteri ESDM Mengenai Investasi di Sektor Migas

Pada hari Selasa (7/10/2025), sejumlah perusahaan swasta yang terlibat dalam bisnis SPBU seperti Shell, Exxon, dan BP-AKR melakukan kunjungan ke kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Dalam pertemuan tersebut, mereka menyampaikan keluhan mengenai masalah pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang tidak stabil di SPBU swasta.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan respons terhadap isu ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang rencana investasi dari badan usaha swasta di Indonesia. Namun, ia menekankan pentingnya mematuhi aturan yang berlaku.

"Kita menghargai semua investasi yang ada, tapi juga swasta harus mengikuti aturan yang ada. Bukan berarti kita tidak membiarkan semuanya," ujar Bahlil di Jakarta Convention Center, Jumat (10/10/2025).

Kuota Impor BBM untuk Mendukung Investasi Swasta

Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah telah memberikan kuota impor BBM sebesar 110 persen pada tahun 2025. Angka ini meningkat 10 persen dibandingkan realisasi penjualan BBM di SPBU swasta pada tahun 2024. Meskipun kuota tersebut sudah habis, pemerintah tetap memberikan saran kepada badan usaha swasta untuk membeli base fuel atau BBM murni dari Pertamina, yang masih memiliki sisa kuota impor BBM di tahun ini.

Menurut Bahlil, pemberian kuota impor BBM ini menunjukkan dukungan pemerintah terhadap investasi swasta di Indonesia.

"Kuota impor itu sudah kita berikan 110 persen dibandingkan dengan tahun 2024. Semuanya kita kasih, bukan enggak kita kasih. Jadi apanya? 110 persen itu kan harusnya udah paten kali it. Jadi apanya investasi yang kita halangi?" tegas Bahlil.

Peran BKPM dalam Menyediakan Solusi

Setelah pertemuan dengan pelaku industri sektor migas, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengungkapkan adanya pembahasan mengenai kelangsungan investasi SPBU swasta di Indonesia. Ia menyatakan bahwa BKPM hadir untuk memberikan solusi bagi investasi yang diminta oleh pihak swasta.

"Kita kumpul pada hari ini karena memang masuknya surat dari para pelaku usaha ini, swasta ini kepada kementerian kami. Ini keterkaitannya mengenai kepastian dan kelangsungan investasi mereka di negara kita," ujarnya di Kantor BKPM, Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Todotua menyinggung soal kebijakan pembatasan kuota impor BBM non subsidi yang diterapkan pemerintah. Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini disebabkan oleh dinamika permintaan dan konsumsi masyarakat.

"Kita mau memastikan bahwa negara hadir di sini dalam mengelola isu mengenai keberadaan investasi mereka. Karena para pelaku usaha ini juga sudah punya planning terhadap investasi yang existing (sudah berjalan) dan planning-planning investasi mereka ke depannya," ungkap Todotua.

Pentingnya Mengelola Investasi yang Ada

Todotua menambahkan bahwa BKPM tidak hanya fokus pada investasi baru yang akan masuk, tetapi juga bagaimana mengelola investasi yang sudah ada. Ia menegaskan bahwa investasi memiliki dampak besar terhadap ekosistem ekonomi.

"Intinya dalam konteks investasi ini kita tidak hanya berbicara terhadap new investment yang akan masuk dan akan bangun tetapi kita juga bagaimana mengelola existing investment, karena investasi itu pada dasarnya akan mempunyai impact terhadap ekosistem ekonomi," lanjutnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan