
Ultrajaya Milk Bergabung dalam Program Makan Bergizi Gratis
PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ), sebuah perusahaan produsen produk olahan susu terkemuka di Indonesia, mengumumkan keterlibatannya dalam program pemerintah yang dikenal dengan nama Makan Bergizi Gratis (MBG). ULTJ dikenal melalui merek Ultra Milk yang telah lama menjadi pilihan masyarakat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Corporate Secretary ULTJ, Helina Widayani, menyatakan bahwa perseroan sepenuhnya mendukung program MBG. Dalam program tersebut, ULTJ menyediakan produk susu bernama Susu Sekolah yang disalurkan ke berbagai sekolah.
Menurut Helina, kolaborasi ini tidak hanya memperkuat citra merek ULTJ tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang dalam meningkatkan konsumsi susu nasional. Target utama dari program ini adalah anak-anak usia 6 hingga 18 tahun, dan produk ini tidak diperjualbelikan secara umum karena khusus untuk program MBG.
Keunggulan Susu Sekolah
Helina menjelaskan dua keunggulan utama dari Susu Sekolah dibandingkan merek susu lainnya:
- Pertama, Susu Sekolah diproduksi oleh Ultrajaya yang telah menjaga kualitas produknya selama lebih dari 50 tahun.
- Kedua, kandungan susu Sekolah dinilai segar dan memiliki kalsium serta protein yang sesuai dengan standar Badan Gizi Nasional.
Sejak bergabung dalam program MBG pada Juli hingga Desember 2025, grafik pendapatan ULTJ menunjukkan peningkatan. Meskipun demikian, Helina tidak merinci persentase kenaikan tersebut.
Kinerja Keuangan ULTJ
Hingga September 2025, ULTJ mencatatkan laba bersih sebesar Rp 960,88 miliar, meningkat 9,04% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp 881,18 miliar.
Namun, pos penjualan perseroan mengalami penurunan sebesar 5,31% menjadi Rp 6,23 triliun dari Rp 6,58 triliun secara year on year (yoy). Pendapatan ULTJ berasal dari penjualan minuman kepada pihak ketiga sebesar Rp 6,87 triliun, penjualan makanan sebesar Rp 44,57 miliar, serta pendapatan ekspor sebesar Rp 12,17 miliar dari penjualan minuman dan Rp 7,41 miliar dari penjualan makanan.
Pendapatan tersebut dikurangi pajak pertambahan nilai sebesar Rp 685,35 miliar dan bonus kinerja sebesar Rp 12,37 miliar. Seiring dengan turunnya penjualan, beban pokok penjualan menipis dari Rp 4,35 triliun menjadi Rp 4,18 triliun secara yoy.
Penurunan Beban Penjualan dan Peningkatan Pendapatan Lain-Lain
Lebih rinci, beban penjualan perseroan turun menjadi Rp 740,84 miliar dari Rp 848,03 miliar. Sementara itu, beban pokok administrasi justru meningkat menjadi Rp 211,90 miliar dari Rp 198,83 miliar.
Di pos yang sama, perseroan mencatatkan pendapatan lain-lain senilai Rp 17,06 miliar, sedangkan pada tahun sebelumnya pos tersebut mencatatkan rugi sebesar Rp 9,46 miliar. Akibatnya, laba dari usaha perseroan meningkat menjadi Rp 1,19 triliun dari Rp 1,09 triliun.