Katalis Baru VKTR Usai Menang Tender TransJakarta

admin.aiotrade 07 Des 2025 3 menit 10x dilihat
Katalis Baru VKTR Usai Menang Tender TransJakarta


PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), yang merupakan bagian dari Grup Bakrie, kembali menunjukkan pertumbuhan signifikan setelah memenangkan tender pengadaan 80 unit bus listrik untuk TransJakarta. Kemenangan ini menjadi salah satu faktor penting yang dapat mendorong prospek bisnis kendaraan listrik komersial perusahaan pada tahun 2026.

Kemenangan ini terjadi di tengah upaya pemerintah daerah DKI Jakarta dalam memperluas penggunaan armada berbasis energi bersih. Dari total pengadaan tersebut, VKTR telah mengirimkan sebanyak 50 unit sepanjang tahun ini, sementara sisanya sebanyak 30 unit akan dikirimkan pada awal tahun 2026.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Direktur Operasional VKTR, Bimo Kurniatmoko, menyatakan bahwa perusahaan terus mendukung kebijakan Pemprov DKI Jakarta melalui TransJakarta dalam hal pengadaan maupun peremajaan armada berbasis kendaraan listrik. Ia juga menegaskan bahwa 2026 akan menjadi fase pertumbuhan penjualan yang lebih kuat, didukung oleh peningkatan volume kendaraan listrik dan stabilnya segmen manufaktur suku cadang yang selama ini menjadi fondasi arus kas perusahaan.

Bimo menjelaskan bahwa saat ini VKTR berada pada jalur ekspansi yang terukur, dengan fokus pada penguatan penetrasi kendaraan listrik komersial seperti bus, truk, hingga forklift. Menurutnya, segmen ini menawarkan efisiensi operasional bagi korporasi, terutama di tengah kondisi ekonomi yang melemah. Oleh karena itu, ia yakin bahwa di masa ekonomi yang kurang baik ini, perusahaan swasta maupun BUMN akan lebih tertarik melakukan peremajaan armadanya menggunakan kendaraan listrik.

Dari sisi investasi, VKTR mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 100 miliar pada 2026. Sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk penguatan layanan purna jual. Sekitar 20% dari belanja modal ditujukan untuk pengembangan prototipe dan kegiatan R&D, sedangkan 80% lainnya difokuskan pada kebutuhan after-sales maintenance. Langkah ini penting mengingat penjualan kendaraan listrik diproyeksikan meningkat, sehingga kebutuhan layanan purna jual harus berkembang seiring skala produksi.

“Karena penjualan kita proyeksikan cukup besar, kami juga butuh fasilitas untuk after sales maintenance yang cukup besar juga,” ujar Bimo.

Prospek dan Kinerja VKTR

Di sisi kinerja keuangan, VKTR membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 717 miliar pada Januari–September 2025, tumbuh 11% secara year-on-year meski industri otomotif nasional turun lebih dari 25%. Penjualan kendaraan listrik melonjak signifikan, sementara bisnis suku cadang tetap stabil.

Namun, di sisi lain, perusahaan mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 89% year-on-year menjadi Rp 1,1 miliar. Hal ini disebabkan oleh peningkatan beban usaha untuk mendukung ekspansi dan program uji coba dengan calon pelanggan. Meskipun demikian, perusahaan optimistis bahwa keputusan menambah beban investasi jangka pendek akan memperkuat pertumbuhan penjualan pada periode berikutnya.

Terkait potensi aksi korporasi, VKTR menyatakan tengah mengevaluasi sejumlah opsi strategis, termasuk kemungkinan pendanaan melalui rights issue. Namun, Bimo menegaskan bahwa belum ada rencana konkret dalam waktu dekat.

“Jika ada, perseroan akan mengumumkan dan menjalankan aksi korporasi tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Dengan pipeline pengiriman bus listrik ke TransJakarta dan penguatan struktur layanan purna jual, manajemen meyakini 2026 akan menjadi tahun konsolidasi dan percepatan pasar bagi VKTR, sekaligus memberi dorongan baru terhadap sentimen investor terhadap saham emiten kendaraan listrik milik Grup Bakrie tersebut.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan