KDM Alokasikan Rp 8 T untuk Reaktivasi Jalur KA Banjar–Pangandaran, Ekonom Unpar Beri Komentar

admin.aiotrade 07 Nov 2025 2 menit 16x dilihat
KDM Alokasikan Rp 8 T untuk Reaktivasi Jalur KA Banjar–Pangandaran, Ekonom Unpar Beri Komentar

Proyek Reaktivasi Jalur Kereta Api Jakarta-Banjar-Pangandaran Siap Dijalankan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) sedang menyiapkan proyek besar infrastruktur transportasi berupa reaktivasi jalur kereta api yang akan menghubungkan Jakarta, Banjar, hingga Pangandaran. Proyek ini diperkirakan memiliki nilai investasi sebesar Rp8 triliun dan akan dimulai pada tahun depan dengan target penyelesaian dalam tiga tahun.

Dana yang digunakan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat, bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota melalui skema investasi bersama PT KAI. Pemprov akan berinvestasi dalam pembangunan rel, sistem sinyal, serta modifikasi kereta api. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa pihak daerah akan mengajak kabupaten/kota untuk ikut berpartisipasi dalam proyek ini, sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Tiga Harapan Positif dari Reaktivasi Jalur Kereta Api

Ekonom Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Aknolt Kristian Pakpahan, menyampaikan harapan bahwa reaktivasi jalur kereta api ini dapat melahirkan tiga hal positif bagi masyarakat. Pertama, jalur ini diharapkan dapat mendorong pemerataan pembangunan ekonomi di Jawa Barat. Wilayah selatan Jawa Barat, seperti Pangandaran, memiliki potensi ekonomi yang besar, termasuk sektor perkebunan, kopi, teh, dan perikanan.

Selain itu, reaktivasi jalur ini juga diyakini akan mendongkrak sektor pariwisata. Pangandaran memiliki daya tarik wisata alam yang besar, namun akses transportasi masih kurang memadai. Saat ini, wisatawan dari Jakarta atau Bandung harus menempuh perjalanan darat selama 7 hingga 10 jam. Dengan jalur kereta api yang aktif kembali, mobilitas wisatawan akan lebih mudah.

Namun, Aknolt menekankan pentingnya kesiapan transportasi umum di wilayah Pangandaran dan sekitarnya untuk mendukung mobilitas wisatawan yang datang dengan kereta. Tujuan ketiga dari proyek ini adalah mempermudah mobilitas masyarakat dari wilayah selatan menuju utara Jawa Barat, sekaligus mempercepat aktivitas ekonomi antarwilayah.

Kesiapan Infrastruktur Pendukung

Meski demikian, Aknolt mengingatkan bahwa keberhasilan investasi ini sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur pendukung. Investasi ini potensial mendorong perekonomian Jawa Barat, dengan catatan infrastruktur pendukungnya juga disiapkan. Termasuk transportasi publik yang memadai, kualitas jalan raya, serta fasilitas pariwisata seperti kawasan wisata yang unik, kegiatan wisata yang beragam, fasilitas umum, tempat ibadah, fasilitas kesehatan, restoran, hingga ketersediaan pemandu wisata.

Aknolt juga menambahkan bahwa aspek sumber daya manusia dan keramahan masyarakat lokal tidak kalah penting agar wisatawan merasa betah berkunjung ke Pangandaran. Di sisi lain, pemerintah kota dan kabupaten juga harus siap dan mampu mengambil keuntungan dari dihidupkannya jalur kereta api ini. Dengan begitu, tujuan pemerataan pembangunan serta peningkatan mobilitas manusia dan barang dapat tercapai secara maksimal.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan