Kebakaran Gudang Pertanian di Kediri Tewaskan Kerugian Material Rp 400 Juta
Sebuah gudang alat pertanian yang terletak di Dusun Jambean, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri mengalami kebakaran besar pada Senin (20/10/2025) malam. Peristiwa tersebut menimbulkan kerugian material yang sangat besar, mencapai sekitar Rp 400 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 22.05 WIB. Saat itu, salah seorang warga setempat bernama Darmiati melihat kepulan asap dari arah gudang milik Sukirno. Informasi tersebut langsung disampaikan kepada petugas dan tim pemadam kebakaran segera bergerak menuju lokasi kejadian.
Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Pare diberangkatkan ke lokasi pada pukul 22.10 WIB. Dua unit armada pemadam dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter air diterjunkan, bersama enam personel yang dikerahkan untuk memadamkan api. Petugas tiba di lokasi pada pukul 22.20 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman sesuai prosedur dengan dibantu warga sekitar.
Menurut hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik pada sambungan kabel menuju panel di gudang. Besarnya intensitas api membuat petugas harus bekerja ekstra untuk mencegah kobaran merembet ke bangunan sekitar.
"Kami menduga api berasal dari hubungan arus pendek listrik yang kemudian menjalar dengan cepat ke bagian gudang," ujar Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono.
Dalam peristiwa tersebut, api menghanguskan satu unit mobil Mitsubishi, satu mesin diesel serta sejumlah alat pertanian yang disimpan di dalam gudang. Selain itu, sebagian bangunan gudang mengalami kerusakan berat.
"Total kerugian material diperkirakan mencapai Rp 400 juta, sementara aset yang berhasil diselamatkan sekitar Rp80 juta," tambahnya.
Petugas pemadam berhasil mengendalikan api setelah hampir satu jam melakukan pemadaman dan pendinginan. Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Alhamdulillah, tidak ada korban. Hanya kerugian material yang cukup besar," kata Kaleb.
Dia mengapresiasi laporan cepat dari warga yang membantu mempercepat respons petugas. Kaleb juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi korsleting listrik terutama di bangunan yang menyimpan banyak peralatan atau bahan mudah terbakar.
"Pastikan instalasi listrik aman dan tidak menggunakan sambungan kabel sembarangan," imbaunya.
Penyebab Kebakaran Diduga Akibat Korsleting Listrik
Berdasarkan penelitian awal, penyebab utama kebakaran adalah korsleting listrik pada sambungan kabel menuju panel di gudang. Hal ini menunjukkan pentingnya pemeriksaan rutin terhadap sistem kelistrikan, terutama di tempat-tempat yang menyimpan barang-barang berisiko tinggi seperti alat pertanian.
Korban yang terjadi dalam kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap bahaya listrik. Terlebih lagi, gudang-gudang yang digunakan sebagai tempat penyimpanan alat pertanian sering kali memiliki kabel-kabel yang tidak terawat, sehingga rentan terjadi korsleting.
Upaya Pemadam Kebakaran yang Cepat dan Efisien
Tim pemadam kebakaran tiba di lokasi dalam waktu singkat setelah menerima laporan. Kecepatan respons mereka menjadi faktor penting dalam mengendalikan api dan mencegah merambatnya kobaran ke area lain. Petugas juga bekerja sama dengan warga sekitar, yang turut membantu proses pemadaman.
Selain itu, penggunaan dua unit armada pemadam dengan kapasitas besar memastikan bahwa api dapat dipadamkan secara efektif. Proses pemadaman dilakukan selama hampir satu jam, diikuti dengan langkah-langkah pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam.
Kesimpulan dan Harapan Masa Depan
Peristiwa kebakaran ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat, khususnya para pengusaha atau pemilik gudang yang menyimpan alat-alat pertanian. Pentingnya kesadaran akan keamanan listrik dan pengelolaan bahan-bahan yang mudah terbakar harus terus ditekankan.
Masyarakat diharapkan lebih proaktif dalam melakukan pemeriksaan berkala terhadap instalasi listrik dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar gudang. Dengan demikian, risiko kebakaran bisa diminimalkan dan kejadian serupa tidak terulang.