Kebakaran maut di Tanjung Duren, polisi temukan cairan mudah terbakar

Kebakaran maut di Tanjung Duren, polisi temukan cairan mudah terbakar
Kebakaran maut di Tanjung Duren, polisi temukan cairan mudah terbakar

Penyebab Kebakaran Masih Dalam Penyelidikan

Penyebab pasti kebakaran rumah di Jalan Rambutan Timur VI, Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat yang menewaskan lima anggota keluarga masih dalam proses penyelidikan. Kebakaran terjadi pada Jumat (17/4/2026) dini hari sekira pukul 02.00 WIB. Lima korban tewas adalah nenek Tjoa Gek Hoa (65), anak dan menantunya Ricca Shiek (42) dan Angga Rulian (42), serta cucu mereka Arianna (10) dan Phillip (7). Para korban ditemukan di lantai dua rumahnya, diduga akibat kehabisan oksigen dari kepulan asap.

Pada Jumat sore, sejumlah sampel dibawa oleh Puslabfor Mabes Polri untuk melakukan olah TKP lanjutan di lokasi kejadian. Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan, mengatakan bahwa sampel sudah diambil dan ditemukan beberapa barang yang mencurigakan. Di dalam TKP, ditemukan mesin pompa air dalam keadaan masih tersambung listrik, kemudian ada sepeda motor dan sepeda listrik di sekitarnya.

Di dekat mesin pompa air tersebut ditemukan cairan thinner, yang merupakan campuran cat dan dikenal mudah terbakar. Diduga saat terjadi korsleting listrik, tegangan arus listrik itu mengenai thinner tersebut. Namun, Alexander menegaskan bahwa hal tersebut masih sebatas dugaan awal. Saat ini, tim Labfor masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Kendala Saat Pemadaman Api

Salah satu kendala saat pemadaman api berlangsung adalah tingginya teralis besi yang berada di depan rumah korban. Perwira Piket Sudin Damkar Jakarta Barat, Abdul Syukur, menjelaskan bahwa kesulitan utama adalah karena rumah tersebut digembok dan diteralis tinggi. Akhirnya, petugas memutuskan untuk jebol paksa agar bisa masuk ke dalam rumah.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, juga menyampaikan bahwa keberadaan teralis besi menjadi perhatian khusus. Menurutnya, penggunaan teralis bertujuan untuk meningkatkan keamanan rumah dari tindak kejahatan. Namun, kondisi tersebut justru bisa menjadi penghambat saat terjadi situasi darurat seperti kebakaran.

Iin mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam mempertimbangkan aspek keamanan sekaligus keselamatan saat memasang pengaman tambahan di rumah. Seharusnya itu menjadi hal yang perlu kita himbau untuk lebih hati-hati dan juga lebih cermat dalam mengamankan dari sisi rumahnya masing-masing, ucap dia.

Proses Pemeriksaan Saksi

Sementara itu, terkait pemeriksaan saksi, polisi menyebut belum ada tambahan saksi yang diperiksa hingga saat ini. Sebelumnya, terdapat keterangan saksi yang menyebut sempat melihat percikan listrik sebelum kebakaran terjadi. Namun, sampai saat ini belum ada saksi tambahan yang diperiksa.

Kesimpulan

Kebakaran yang menewaskan lima orang ini menunjukkan pentingnya kesadaran akan bahaya listrik dan bahan-bahan mudah terbakar di lingkungan rumah. Selain itu, adanya teralis besi yang tinggi menjadi tantangan dalam proses evakuasi dan pemadaman api. Masyarakat perlu memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan secara seimbang saat memilih alat pengaman untuk rumah mereka.