Kebijakan BI jadi katalis, ini prospek kinerja Sarana Menara Nusantara (TOWR)

admin.aiotrade 30 Des 2025 3 menit 18x dilihat
Kebijakan BI jadi katalis, ini prospek kinerja Sarana Menara Nusantara (TOWR)


aiotrade.CO.ID – JAKARTA.

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mencatatkan kinerja yang positif pada kuartal III tahun 2025. Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap kinerja perusahaan adalah pendapatan dari sewa menara.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam periode Januari hingga September 2025, TOWR berhasil meraih pendapatan sebesar Rp 9,68 triliun, meningkat sebesar 2,52% secara tahunan (year on year). Sementara itu, laba bersih perusahaan mencapai Rp 2,55 triliun, naik 4,41% YoY.

Menurut Abida Massi Armand, Analis BRI Danareksa Sekuritas, TOWR diproyeksikan mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang stabil dan resilien di awal tahun depan. Hal ini didukung oleh visibilitas pendapatan yang kuat serta strategi diversifikasi segmen non-menara.

Strategi Diversifikasi Segmen Non-Menara

Fokus utama TOWR dalam mengembangkan bisnis adalah melalui diversifikasi ke segmen non-menara seperti Fiber to the Tower (FTTT) dan Fiber to the Home (FTTH). Kedua segmen ini kini memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan konsolidasi perusahaan.

Selain itu, perbaikan struktur modal pasca rights issue dan potensi penurunan suku bunga diperkirakan akan memperkuat margin laba bersih TOWR. Efisiensi beban bunga yang lebih baik menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan.

Abida menyebutkan bahwa arah kebijakan moneter Bank Indonesia menjadi sentimen utama yang harus diperhatikan. Jika siklus penurunan suku bunga berlanjut pada awal 2026, hal ini akan menjadi katalis positif bagi profitabilitas TOWR, mengingat struktur modalnya yang padat utang.

Perkembangan Utang dan Biaya Bunga

Gani, Analis OCBC Sekuritas, mencatat bahwa total utang berbunga TOWR telah turun menjadi Rp 45,3 triliun pada September 2025, dibandingkan dengan Rp 50,5 triliun pada Juni 2025 dan Rp 52,3 triliun pada Desember 2024.

Beban bunga kuartal ketiga 2025 turun menjadi Rp 759 miliar, meskipun pembayaran hanya terjadi di bagian akhir kuartal. Manajemen TOWR berharap penghematan biaya bunga akan semakin besar mulai kuartal IV – 2025 dan seterusnya.

Lingkungan suku bunga yang menurun saat ini juga memberikan dorongan tambahan. Sebanyak 53% utang TOWR berada pada suku bunga mengambang, sehingga perusahaan dapat memanfaatkan penurunan suku bunga lebih lanjut pada tahun 2026.

Permintaan Sewa Baru dan Peluang Pertumbuhan

Permintaan sewa baru tetap menjanjikan, terutama karena akselerasi fiberisasi menara (FTTT) oleh operator seluler. Operator ingin mengoptimalkan kapasitas jaringan data mereka secara nasional.

Kebutuhan akan densifikasi jaringan untuk persiapan layanan 5G serta partisipasi dalam program pemerataan internet pemerintah akan memacu permintaan baru, baik untuk menara fisik maupun layanan konektivitas di wilayah suburban dan rural.

Perubahan strategi operator menuju layanan terintegrasi membuka peluang bagi TOWR untuk menawarkan solusi bernilai tambah seperti Managed Services dan solusi energi terbarukan di lokasi menara.

Proyeksi Pendapatan dan Laba Bersih

Gani memproyeksikan pendapatan dan laba bersih TOWR pada tahun 2025 masing-masing sebesar Rp 13,11 triliun dan Rp 3,39 triliun. Pada tahun 2024, pendapatan TOWR mencapai Rp 12,74 triliun dan laba bersih sebesar Rp 3,34 triliun.

Baik Gani maupun Abida merekomendasikan beli saham TOWR dengan target harga masing-masing sebesar Rp 700 per saham dan Rp 770 per saham.

TOWR Chart
by TradingView

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan