Kebijakan Bupati Ikbar Kuatkan Ekonomi Konawe Utara 2025

admin.aiotrade 08 Des 2025 4 menit 21x dilihat
Kebijakan Bupati Ikbar Kuatkan Ekonomi Konawe Utara 2025
Kebijakan Bupati Ikbar Kuatkan Ekonomi Konawe Utara 2025

Kabupaten Konawe Utara Berkomitmen Jaga Stabilitas Harga Pangan

Kabupaten Konawe Utara terus menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga sepanjang tahun 2025. Setelah dua tahun terakhir inflasi daerah relatif terkendali, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Utara kini menyoroti satu persoalan utama yang paling menentukan naik turunnya inflasi, yakni kerentanan pangan.

Berdasarkan perkembangan harga sepanjang Januari-September 2025 serta evaluasi TPID tahun 2024, terlihat jelas bahwa gejolak harga di Konawe Utara didominasi oleh komoditas pangan lokal. Komoditas hortikultura seperti cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah mengalami perubahan harga paling ekstrem dengan selisih antar bulan bisa melampaui 40 persen. Lalu, beras yang menjadi kebutuhan pokok utama, juga menunjukkan tren kenaikan cukup signifikan, dari sekitar Rp13.800 per kilogram pada Januari 2025 menjadi Rp16.000 per kilogram pada September 2025, atau naik hampir 15,9 persen.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sementara itu, komoditas non-pangan seperti daging sapi dan minyak goreng relatif stabil, sehingga dapat dilihat bahwa sumber inflasi daerah terutama datang dari sektor pertanian lokal.

Penyebab Kerentanan Pangan

Temuan ini memperlihatkan bahwa sektor pangan, khususnya tanaman hortikultura dan padi, merupakan titik paling rentan terhadap inflasi daerah. Kerentanan tersebut bukan berasal dari sisi permintaan, melainkan dari faktor pasokan, mulai dari cuaca yang tidak menentu, distribusi antarwilayah yang masih terbatas, hingga struktur produksi lokal yang belum sepenuhnya efisien.

Data Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Utara tahun 2024 memperlihatkan bagaimana gejolak harga pangan memengaruhi inflasi daerah secara langsung. Pada Agustus 2024 misalnya, Konawe Utara sempat mengalami deflasi tipis akibat turunnya harga cabai rawit, cabai merah, dan bawang putih. Sementara itu, memasuki awal 2025, harga beras justru mulai naik seiring ketatnya pasokan nasional.

Tekanan terbesar muncul pada semester pertama 2025. Harga beras naik hampir 16 persen, sedangkan bawang merah melonjak hingga 11 persen. Cabai rawit juga sempat bergerak liar sebelum akhirnya turun menjelang panen raya. Situasi ini menggambarkan bahwa produksi lokal belum stabil, sementara ketergantungan terhadap pasokan dari daerah lain masih cukup tinggi.

Selain faktor internal, kondisi global juga dapat memengaruhi inflasi daerah. Kenaikan biaya logistik, cuaca ekstrem, hingga tren harga pangan nasional membuat harga komoditas di tingkat lokal semakin sensitif.

Langkah Strategis untuk Mengendalikan Inflasi

Melihat kerentanan tersebut, Pemkab Konawe Utara di bawah kepemimpinan Bupati H. Ikbar, S.H., M.H, menempatkan sektor pangan sebagai fokus utama pengendalian inflasi, yang dilakukan dengan mengatasi akar masalah dari sisi produksi dan distribusi dan bukan sekadar intervensi harga jangka pendek.

Adapun beberapa langkah strategis yang dijalankan Pemkab Konawe Utara sepanjang 2025 meliputi:

  • Pembukaan lahan sawah baru di Sawa, Oheo, dan Asera. Melalui program cetak sawah, pemerintah daerah berhasil menyiapkan lahan seluas 500 hektare, yang secara langsung menambah kapasitas produksi beras lokal dan memperkuat suplai pangan di tingkat kecamatan.
  • Realisasi program Padi Gogo APBN. Penanaman padi gogo di 12 kecamatan tercapai hampir sempurna, yakni 169 hektare dengan realisasi 99,1 persen. Program ini menjadi salah satu penopang ketahanan pangan masyarakat pedesaan.
  • Gerakan tanam cabai serentak. Penanaman cabai di lahan sekitar 30 hektare dilakukan untuk meredam gejolak harga komoditas cabai yang selama ini menjadi penyumbang utama kenaikan harga volatile food.
  • Intervensi beras melalui SPHP dan CPP. Penyaluran beras stabilisasi harga dan Cadangan Pangan Pemerintah diberikan kepada 4.205 KPM, sehingga harga beras di pasar tetap dapat dijaga di bawah Rp16.000 per kilogram.
  • Pelaksanaan pasar murah dan operasi pasar. Sepanjang tahun, kegiatan ini dilakukan delapan kali untuk membantu menahan tekanan harga kebutuhan pokok dan menjaga inflasi bulanan tetap berada di kisaran 0,3 persen.

Tujuan Jangka Panjang

Upaya pengendalian pangan sepanjang 2025 bukan hanya penanganan situasional. Pemkab Konawe Utara menargetkan transformasi struktural hingga 2029 dengan memperkuat basis produksi, membangun peta ketahanan pangan, dan mengintegrasikan seluruh program TPID ke dalam RPJMD.

Pemicu inflasi diharapkan dapat ditekan secara signifikan dengan produksi yang meningkat, distribusi yang makin efisien, dan intervensi harga yang terukur, kerentanan pangan yang selama ini menjadi. Dengan langkah yang konsisten, Pemkab Konawe Utara bertujuan untuk menjadi salah satu daerah dengan inflasi pangan paling stabil di Sulawesi Tenggara.


Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan