
JAKARTA, aiotrade
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan rasa prihatin atas musibah ambruknya bangunan mushala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur. Insiden ini terjadi saat para santri sedang menjalankan ibadah shalat Ashar, yang mengakibatkan 79 korban luka dan satu orang meninggal dunia.
AHY menegaskan bahwa kualitas konstruksi bangunan sangat penting untuk memastikan keselamatan pengguna. Ia juga menekankan bahwa keamanan dan kenyamanan dalam penggunaan sebuah gedung harus menjadi prioritas utama.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kita sangat menyesalkan peristiwa ini. Kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, meskipun tidak ingin melampaui proses investigasi yang sedang berlangsung di lapangan. Yang jelas, ini menjadi bukti bahwa kualitas konstruksi sangat penting," ujar AHY kepada wartawan di Kantor BKPM, Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Ia menambahkan bahwa pihaknya masih menunggu hasil dari investigasi yang sedang dilakukan di lokasi kejadian. "Kami ingin memastikan agar insiden seperti ini tidak terulang kembali. Keselamatan adalah hal yang paling utama," tegasnya.
Perkembangan Terkini
Sebelumnya, bangunan mushala tiga lantai di Ponpes Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk saat digunakan beribadah pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, para santri sedang menjalani shalat Ashar di rakaat kedua ketika lantai mushala tiba-tiba roboh. Puluhan santri terjebak di balik reruntuhan.
Menurut pengasuh ponpes, KH. Abdul Salam Mujib, bangunan mushala yang runtuh masih dalam proses pembangunan. Pengecoran lantai dilakukan sejak pagi hingga selesai sekitar pukul 12.00 WIB. Atap bangunan tidak menggunakan genteng, melainkan cor semen datar.
"Sudah lama, sudah 9 sampai 10 bulan. Baru tiga (lantai) dek terakhir jadi nggak pakai genteng, langsung dek," ujar Abdul Salam, dikutip dari sumber berita.
Penyebab Kecelakaan
Meski penyebab pasti dari ambruknya bangunan masih dalam investigasi, beberapa faktor dapat menjadi pertimbangan. Salah satunya adalah kondisi struktur bangunan yang masih dalam proses pengerjaan. Selain itu, penggunaan bahan material yang mungkin tidak sesuai dengan standar konstruksi juga bisa menjadi salah satu penyebab.
Selain itu, waktu pengecoran lantai yang dilakukan pada siang hari dan kurangnya pemeriksaan berkala terhadap struktur bangunan juga bisa menjadi faktor risiko. Dalam situasi seperti ini, penting bagi pihak pengelola maupun kontraktor untuk memastikan bahwa semua tahapan pengerjaan bangunan dilakukan secara benar dan sesuai rencana.
Tindakan yang Dilakukan
Setelah kejadian tersebut, pihak berwenang telah melakukan evakuasi terhadap para santri yang terjebak. Mereka dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, tim investigasi sedang bekerja keras untuk mengetahui penyebab pasti dari kejadian ini.
Selain itu, pemerintah juga sedang mempertimbangkan langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Beberapa rekomendasi yang muncul antara lain:
- Peningkatan pengawasan terhadap proyek pembangunan gedung, terutama yang berada di area padat penduduk atau tempat ibadah.
- Pemenuhan standar kualitas bahan bangunan yang digunakan.
- Pelibatan ahli teknik dan insinyur dalam setiap tahapan pengerjaan proyek.
- Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keamanan dan kualitas konstruksi bangunan.
Kesimpulan
Insiden ambruknya mushala di Ponpes Al-Khoziny menjadi peringatan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur. Meski proses pemeriksaan masih berlangsung, penting bagi kita untuk tetap waspada dan memastikan bahwa setiap bangunan yang dibangun memiliki kualitas yang baik dan aman untuk pengguna.